Buronan koruptor tertangkap Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kabur Sebulan, Koruptor Rp 1,2 Miliar PTPN V Tertangkap di Rumahnya

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 17:45:23 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Negeri Kuantan Singingi, Provinsi Riau meringkus seorang buronan tersangka dugaan kasus tindak pidana korupsi di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V yakni Asmir. 

"Kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 1,2 miliar," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuantan Singingi Hari Wibowo, Kamis, 9 Agustus 2018.

Ia menjelaskan, Asmir ditangkap tanpa perlawanan di salah satu rumah di Desa Pesikaian Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Rabu, 8 Agustus 2018.

Penangkapan ini berdasarkan ditetapkannya Asmir sebagai tersangka sesuai surat Sprint-04/N.4.23/fd.1/07/2018 tanggal 2 Juli 2018. Sebelum menangkap buronan ini, Hari menjelaskan, pihaknya melakukan pengintaian terlebih dahulu.

"Kita terus melakukan pengintaian dan pengejaran sampai Rabu pagi kita mendapat informasi yang bersangkutan sedang berada di rumahnya," ujar Hari.

Kasus korupsi ini, kata Hari, terjadi saat Asmir menjabat sebagai Manajer Kebun Koperasi Tani Siampo Pelangi Desa Pesikaian. Saat itu, ia diduga terlibat dalam kasus korupsi pembuatan sertifikat tanah untuk kebun.

Ia menggunakan pola Koperasi Kredit Primer untuk Anggota atau KKPA yang bermitra dengan PTPN V. Seluruh biaya pembuatan sertifikat di tahun 2010 itu berasal dari perusahaan perkebunan milik negara PTPN V. Penerbitan sertifikat lahan itu untuk keperluan operasional koperasi. 

Di tahun itu, kata Hari, terdapat sekitar 200 persil lahan yang diproses tersangka. Belakangan, diketahui sertifikat tersebut tidak dapat diterbitkan lantaran masuk dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Seharusnya, sisa bantuan sebesar Rp 1,2 miliar tersebut dikembalikan ke PTPN V, namun tersangka justru menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadi sehingga kerugian negara diduga mencapai Rp 1,2 miliar.

Dengan ditangkapnya Asmir, kata Hari, pihaknya mendapatkan seorang tersangka lain berinisial KS. Namun, keberadaan tersangka KS ini masih menjadi pemburuan dari pihak kejari.

Sebelumnya April 2018, Pengadilan Tipikor Pekanbaru menjatuhkan vonis enam tahun penjara kepada Ketua Koperasi Arlimus. Mantan anggota DPRD Kuansing itu juga harus membayar denda Rp 200 juta subsidair empat bulan penjara.

Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500