Foto: Pixabay

Kadis Pertanian Heran Jadi Tersangka Korupsi Cetak Sawah di Bangka

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 12:15:28 WIB

Kriminologi.id - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kemas Arfani Rahman, mengaku heran dan kaget setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi kegiatan cetak sawah di daerah Kabupaten Bangka.

“Kegiatan cetak sawah di Kabupaten Bangka dilaksanakan tahun 2016 yang lalu, saya heran dan kaget ditetapkan sebagai tersangka sekarang ini,” kata Kemas Arfani di Sungailiat, Selasa, 28 Agustus 2018.

Kemas menjelaskan, kegiatan cetak sawah merupakan program nasional yang dananya bersumber dari APBN 2016. Pekerjaan kegiatan tersebut, kata dia, tidak ditenderkan karena di seluruh Indonesia diswakelolakan pada instansi lainnya.

Menurut dia, bendaharawan kegiatan ada di Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara pengawasan terhadap pekerjaan itu dilaksanakan oleh tim pengawas yang terdiri atas tim dari kabupaten dan provinsi.

“Kegiatan cetak sawah ini dananya sebesar Rp 35,20 miliar. Seluruh pembayarannya dilaksanakan dengan transfer langsung ke rekening instansi pelaksana kegiatan,” katanya.

Menurut Kemas, hasil pekerjaan telah dinyatakan memenuhi syarat oleh tim yang dibentuk oleh Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kata dia, semuanya dilakukan secara transparan. Tidak ada keterlibatan secara langsung dirinya baik teknis maupun nonteknis.

Karena itu, dia menambahkan, dirinya bakal segera menemui pihak pelaksana selaku penanggung jawab kegiatan cetak sawah bersama pengacaranya.

"Sampai saat ini pihak pelaksana pekerjaan tersebut belum pernah dipanggil oleh pihak yang berwenang," katanya.

Sebelumnya, Kemas ditetapkan sebagai tersangka setelah Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung melakukan pengukuran cetak sawah pada program yang dikerjakannya bersama pihak TNI AD. Program tersebut diketahui dilaksanakan pada 2016 silam. 

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500