Ilustrasi Eni Saragih. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Kasus PLTU Riau 1, Eni Saragih Ngaku Tak Nyaman atas Permintaan Setnov

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 19:00:28 WIB

Kriminologi.id - Tersangka korupsi proyek PLTU Riau-1 yang juga mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih mengaku tak nyaman dengan kedatangan Setya Novanto. 

Politikus asal Partai Golkar itu mengaku Setya Novanto datang dan meminta agar dirinya tak menceritakan keterlibatan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu dalam kasus proyek PLTU Riau-1.

Hal ini diungkapkan oleh Fadli Nasution, pengacara Eni Maulani Saragih. 

“Pak Setya Novanto (SN) minta Bu Eni tidak membuat keterangan di BAP tentang peran Pak SN dalam proyek PLTU Riau-1. Padahal, beliau pelaku utamanya bersama-sama dengan Pak Kotjo,” kata Fadli di Jakarta, Senin, 10 September 2018.

Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, disebut mempengaruhi mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih, agar tidak menceritakan keterlibatan dan perannya kepada siapa pun termasuk KPK pada kasus tersebut.

Adapun Kotjo yang dimaksud yakni Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK) yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. Sejauh ini Kotjo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Selain itu, juga mantan Menteri Sosial dan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

Sebelumnya, Eni yang saat ini ditahan di Rutan Cabang KPK Jakarta mengaku sempat didatangi oleh Setya Novanto.

Kedatangan Novanto meminta untuk tak menceritakan keterlibatannya di kasus korupsi PLTU Riau 1, kata Eni, membuat dirinya kurang nyaman. Karena itu, Eni membeberkan percakapan dirinya dengan Novanto kepada kuasa hukumnya dan penyidik KPK. 

“Yang pasti sudah saya sampaikan semua kepada penyidik. Memang apa yang disampaikan Pak Novanto membuat saya kurang nyaman,” kata Eni.

“Penyidik pun juga menanyakan kepada saya, mengkonfirmasi kepada saya atas kedatangan Pak Novanto menemui saya.”

Seperti diketahui, Idrus diduga bersama-sama dengan Eni telah menerima hadiah atau janji dari Kotjo selaku pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau I.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait uang yang diterima Eni dari Johanes pada November dan Desember 2017 sebesar Rp 4 miliar. Sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp 2,25 miliar.

Uang pemberian tersebut sebagian atau sebanyak Rp 500 juta telah dikembalikan kepada KPK.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500