Dok. Mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi. Foto: www.depok.go.id

Kejari Depok Terima SPDP Nur Mahmudi Terkait Korupsi Proyek Jalan

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 19:30:54 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Negeri atau Kejari Depok, Jawa Barat menerima surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP terkait kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka di Tapos. 

Tersangka kasus tersebut adalah mantan wali kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekretrais Daerah (Sekda) setempat Harry Prianto.

"Benar, penyidik Polri dalam hal ini dari PolrestabDepok sudah menyerahkan dua berkas SPDP kepada kami berkaitan dugaan korupsi mantan wali kota Depok atas nama NMI dan Sekda Depok setempat HP yang terjadi beberapa waktu silam," kata Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari kepada Kriminologi, di Depok, Jumat, 31 Agustus 2018.

Sufari menambahkan, pihaknya kini juga tengah menunggu pelimpahan berkas tahap pertama atas dugaan tindak pidana korupsi terkait pembebasan lahan untuk proses pelebaran Jalan Raya Nangka yang berada di Kelurahan Sukamaju Baru, Tapos, Depok.

"Sisa waktunya ada 30 hari lagi untuk menanyakan bagaimana kasus tersebut ke penyidik," ujar Sufari.

Selama belum ada penyerahan berkas tahap pertama, ia menambahkan, penyidik dari Tim Tipikor Polresta Depok masih berwenang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut.

"Setelah jangka waktu 30 hari ke depan, baru kemudian pihak kami bisa kembali menanyakan ihwal perkembangan penyidikannya. Untuk sekarang ini, kami tunggu dan berikan kesempatan kepada tim Tipikor Polres Depok agar bisa menuntaskan proses penyidikan terlebih dulu," kata Sufari.

Nur Mahmudi terseret dugaan korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok. Mantan presiden PKS yang menjadi Wali Kota Depok dua periode, 2006-2016, tersebut sebelumnya juga pernah menjalani pemeriksaan di Polresta Depok pada April lalu.

Pengusutan proyek yang diduga menggasak uang negara Rp 10 miliar tersebut dilakukan sejak pertengahan 2017. Proyek pelebaran jalan itu mestinya dilaksanakan pada 2015. Rencananya jalan akan dilebarkan menjadi 14 meter dari semula kurang lebih 5 meter.

Belanja lahan tersebut dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Depok masa jabatan Nur Mahmudi pada 2013, 2015, dan 2016. Namun, hingga saat ini, kondisi Jalan Nangka tidak mengalami perubahan sedangkan dana sudah mengucur.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500