Mantan Mensos Idrus Marham menjalani pemeriksaan perdana di KPK. Foto: Dimeyri Marilin

Kemungkinan Ada Tersangka Lain, Idrus Marham: Biar KPK yang Sampaikan

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 21:00:08 WIB

Kriminologi.id - Mantan Menteri Sosial Idrus Marham resmi ditahan KPK selama 20 hari ke depan. Ia enggan berkomentar banyak terkait kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang mendapat aliran dana dari Johanes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited.

"Lho enggak, saya tidak bicara masalah itu, biar nanti penyidik yang menyampaikan. Dan hari ini memang adalah merupakan pemeriksaan perdana saya sebagai tersangka. Dan tentu biasanya ada hal-hal yang sifatnya umum. Jadi enggak ada masalah semua," kata Idrus Marham usai pemeriksaan penyidik KPK selama lima jam, Jumat, 31 Agustus 2018.

Proyek PLTU Riau-1 sendiri masuk dalam proyek 35 ribu Megawatt yang rencananya bakal digarap Blackgold, PT Samantaka Batubara, PT Pembangkit Jawa-Bali, PT PLN Batubara dan China Huadian Engineering Co. Ltd.

Dalam perkembangannya, KPK juga menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, yakni USD 1,5 juta dari Kotjo, bila proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo.

Idrus diduga mengetahui dan memiliki andil terkait penerimaan uang dari Eni dari Johanes, yaitu pada November-Desember 2017 Eni menerima Rp 4 miliar sedangkan pada Maret dan Juni 2018 Eni menerima Rp 2,25 miliar.

Eni sendiri menegaskan tidak mau jatuh sendiri dalam kasus yang tengah menjeratnya. Oleh karena itu, ia sebisa mungkin memberikan informasi kepada penyidik terkait siapa saja yang terlibat.

Berbeda dengan Eni, Idrus mengatakan bukan wewenangnya untuk menyampaikan hal tersebut.

"Jadi yang saya katakan belum. Belum, biar saja, nanti sesuai ini, nanti ada tahapannya. Tidak boleh kita menceritakan sesuatu yang belum sampai pada tahapan-tahapannya," ujar Idrus Marham.

Meski belum menerima uang sebesar USD 1,5 juta, mantan sekjen Golkar ini mengatakan, akan kooperatif dengan penyidik lembaga antirasuah dalam penyidikan kasusnya.

Idrus disangkakan Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

KOMENTAR
500/500