Ilustrasi PNS korupsi. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

Kepala Puskesmas dan 7 PNS Diciduk Polisi, Diduga Potong Dana BPJS

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 16:50:30 WIB

Kriminologi.id - Kepala Puskesmas Semulajadi, Kecamatan Datuk Bandar berinisial NP diduga terjaring Operasi Tangkap Tangan Tim Saber Pungli Polres Tanjungbalai. NP terjaring OTT terkait dugaan pemotongan dana kapitasi BPJS Kesehatan.

Informasi dihimpun menyebutkan, Kapus Semulajadi, NP diciduk polisi bersama tujuh paramedis dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) tersebut.

"Benar kami ada mengamankan oknum Kepala Puskesmas Semulajadi bersama sejumlah PNS. Sekarang masih dalam proses penyelidikan dalam waktu 1x24 jam. Saya tidak bisa berkomentar banyak. Itu (komentar) hak pimpinan," ujar seorang penyidik Unit Tipikor Polres Tanjungbalai, Selasa, 4 September 2018.

Ketua Tim Saber Pungli yang juga Wakapolres Tanjungbalai Kompol Taryono Raharja mengatakan, delapan orang (termasuk oknum kapus Semulajadi) masih dimintai keterangan atas operasi tangkap tangan tersebut.

"Sabar ya kawan-kawan. Setelah pemeriksaan para pihak, nanti akan kami berikan keterangan tentang motif yang sebenarnya," ujar Taryono kepada pers, di Mapolres Tanjungbalai.

Seorang pegawai Puskesmas Semulajadi mengakui sekitar pukul 08.30 WIB, polisi datang ke Puskesmas itu. Selang beberapa menit kemudian, sejumlah orang termasuk Kapus dibawa polisi ke Mapolres Tanjungbalai.

Suyatin, seorang PNS di Puskesmas Pembantu Sei Daun yang membawahi Puskesmas Semulajadi mengatakan, mereka hadir ke Polres Tanjungbalai untuk dimintai keterangan terkait pembagian dana kapitasi yang dikelola Puskesmas Semulajadi.

"Tadinya kami akan menerima pembayaran dana kapitasi atas jasa layanan kesehatan terhadap pasien BPJS Kesehatan untuk bulan Juni, Juli dan Agustus 2018 yang akan dibayarkan Bendahara, Eli Sufida," ujarnya saat istirahat dari pemeriksaan penyidik.

Menurut Suyatin, selama ini pimpinan Kapus itu menerapkan aturan sepihak, yaitu memotong dana kapitasi kepada paramedis yang tidak masuk kerja. Alasan pemotongan dana itu untuk membayar honor tenaga kerja sukarela.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500