Keponakan Setnov Bantah Beri Uang E-KTP ke Aziz Syamsuddin-Fayakhun

Estimasi Baca :

Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/3).  - Kriminologi.id
Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/3).
Lagi-lagi, keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi membantah memberikan uang korupsi proyek e-KTP ke DPR, beberapa di antaranya adalah Azis Syamsuddin dan Fayakhun Andriadi.

Kriminologi.id - ‎Tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menghadirkan keponakan Setya Novanto‎, Irvanto Hendra Pambudi sebagai saksi di sidang ke-21 kasus korupsi proyek e-KTP.

Jaksa KPK menghadirkan keponakan Setya Novanto itu guna melihat dugaan adanya aliran dana ke DPR, terutama ke beberapa petinggi Partai Golkar seperti Fayakhun Andriadi dan Aziz Syamsuddin.

Temuan JPU itu didapat dari pengakuan Andi Narogong saat diperiksa untuk tersangka Setya Novanto beberapa waktu lalu waktu di KPK.

"Ada kabar yang menyebutkan dari kesaksian beberapa saksi, salah satu saksi Andi mengatakan, anda (Irvanto) pernah diberikan tugas terkait dengan pengiriman uang ke sejumlah orang DPR. Dua di antaranya adalah Fayakhun dan Aziz Syamsuddin," tanya Jaksa Abdul Basir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.

"Tidak pernah (memberi uang ke anggota DPR). Tapi tahu dan pernah ketemu (Aziz Syamsuddin)‎," kata Irvanto menjawab pertanyaan jaksa.

Mendengar jawaban Irvanto, Jaksa Abdul Basir tidak patah semangat. 

"Tapi sekitar 2011 ada pertemuan antara anda dengan keduanya di acara Munas Golkar saat itu kalau tidak salah?," tanya jaksa lagi.

Baca Juga: Keponakan Setnov Sembunyikan Uang Korupsi E-KTP Dengan Barter Sistem

Irvanto meyakini tidak ada pertemuan itu. Dia mengatakan tidak pernah sekali pun memberi sejumlah uang dalam sebuah bungusan kepada Aziz Syamsuddin dan Fayakhun.‎

"Saya enggak pernah pribadi antar (bungkusan). Saya kurang tahu (siapa yang antar). Kadang kalau diajak Pak Andi (Narogong) sama Pak Vidi ‎(Gunawan)," kata Irvanto.‎

Jaksa KPK menelisik hal tersebut lantaran Irvanto diduga pernah memberi jatah kepada Novanto dan orang-orang dekatnya di Partai Golkar seperti Aziz dan Fayakun, terkait proyek e-KTP. Jaksa kemudian mengklaim memiliki bukti terkait penyerahan uang tersebut.

"Boleh saja anda bilang tidak tapi kami punya bukti soal itu," ucap jaksa.

Namun pernyataan jaksa itu tak sedikit pun membuat takut Irvanto. Sementara jaksa terus mencecar Irvanto terkait kedekatannya dengan Aziz dan Fayakhun.

"Kalau anda kenal dengan Aziz dan Fayakhun Adriadi. Dua orang Golkar itu?," tanya jaksa Abdul.

"Kenal (Fayakhun). Lumayan sering (ketemu)" ujarnya.‎

Baca Juga: Pakai Rekening Karyawannya, Trik Keponakan Setnov Tampung Uang E-KTP

Jaksa kembali menayakan apa saja yang dibicarakan kala bertemu dengan kedua kader Golkar itu. 

Menurut Irvanto, saat bertemu Fayakhun, dirinya sering ditemani pengusaha yang diduga sebagai pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong‎, serta adik dan kakak Andi, yakni Vidi Gunawan dan Dedy Priyono.‎

"Enggak ada apa-apa. Hanya seputar kabar dan menanyakan keadaan Om saya (Setya Novanto) saja," kata Irvanto.

Irvanto juga mengaku dirinya tidak pernah sendiri kalau bertemu dengan kedua kader Golkar tersebut.

‎"‎Saya pribadi enggak (pernah mengantar bungkusan). Kalau ke sana, kalau engak sama Andi, Vidi, atau Dedy," kata Irvanto.‎

Irvanto telah ditetapkan tersangka oleh KPK terkait kasus e-KTP. Dia diduga sebagai perantara pemberian uang dari penggarap proyek e-KTP kepada Novanto. Begitu juga Andi Narogong yang kini statunya sudah terpidana kasus e-KTP.

Pada perkara ini, mantan Ketua DPR, Setya Novanto diduga menerima 7,3 juta dollar AS, dan sebuah jam tangan seharga Rp 135 ribu dollar AS.‎

Baca Juga:‎ Keponakan Setya Novanto Ditahan Usai Diperiksa KPK Soal E-KTP

Untuk diketahui, dalam kasus suap pengurusan anggaran peroyek satelit monitoring di Bakamla, terungkap bahwa Fayakhun pernah berkomunikasi dengan Novanto ihwal penggiringan anggaran sejumlah proyek. Bahkan jaksa sampai menunjukan hasil sadapannya di muka peradilan.‎

Sedangkan dalam sidang terdakwa Miryam S Haryani, yang dijerat pemberi keterangan tidak palsu perkara e-KTP, nama Aziz Syamsudin disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang telah menekan Miryam, hingga akhirnya dia mencabut keterangannya di KPK. 

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Keponakan Setnov Bantah Beri Uang E-KTP ke Aziz Syamsuddin-Fayakhun

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu