Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat diwawancari soal penggeledahan Lapas Sukamiskin Bandung. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

Korupsi Agen Fiktif PT Jasindo, KPK Perpanjang Penahanan Budi Tjahjono

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 21:15:57 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang penahanan terhadap mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo, Budi Tjahjono selama 40 hari ke depan.

"Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 5 Agustus 2018-13 September 2018 untuk tersangka BTJ mantan Direksi PT Asuransi Jasa Indonesia dalam perkara ini," ujar Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung Dwiwarna KPK, Selasa, 31 Juli 2018.

Menurut Febri penyidik masih memerlukan fakta lain terkait alur tindak pidana korupsi (tipikor) di asuransi Jasindo. Selain itu, KPK masih mendalami beberapa kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo termasuk pihak-pihak yang menerima aliran dana tersebut.

"Dalam TPK pembayaran komisi kegiatan fiktif agen PT Asuransi Jasindo ini penyidik akan mendalami pengadaan Asuransi Oil and Gas pada BP Migas-KKKS Tahun 2010–2012 dan Tahun 2012–2014. Termasuk kemungkinan ada pihak lain yang terlibat," ujar Febri Diansyah.

Dalam perkara ini penyidik KPK menilai Budi diduga menerima fee sebesar Rp 15 miliar dalam pengadaan Asuransi Oil and Gas pada BP Migas pada KKKS Tahun 2010–2012 dan Tahun 2012–2014. Selain itu, KPK menduga uang Rp 15 miliar itu mengalir ke kantong sejumlah pejabat di PT Asuransi Jasindo.

Febri menegaskan, penyidik KPK sudah memanggil jajaran direksi ketika Budi Tjahjono memimpin PT Asuransi Jasindo. Mereka adalah Untung H Santosa selaku direktur Pemasaran; Syarifudin selaku direktur Teknik dan Luar Negeri; Sahata Lumban Tobing, direktur Operasi Ritel; Solihah, direktur Keuangan dan Investasi, Solihahi, Direktur Utama PT Jasindo.

PT Asuransi Jasindo dalam dua pengadaan asuransi itu ditunjuk sebagai pimpinan konsorsium. PT Asuransi Jasindo mengajak perusahaan asuransi lainnya, yakni PT Tugu Pratama Indonesia (TPI); PT Wahana Tata; PT Asuransi Astra Buana; PT Asuransi Central Asia (ACA); PT Asuransi Adira Dinamika.

Budi diduga memerintahkan bawahannya menunjuk seseorang menjadi agen dalam dua pengadaan asuransi yang dilakukan BP Migas. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500