Ilustrasi korupsi. Ilustrasi: Kriminologi.id

Korupsi Dana Desa Rp 199 Juta, Bendahara Palsukan Tanda Tangan Kades

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 17:45:35 WIB

Kriminologi.id - Seorang Bendahara Desa Mutakim (35) ditetapkan sebagai tersangka diduga korupsi sebesar Rp199 juta lebih terhadap dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) tahun 2017. Selain korupsi, Mutakim memalsukan tanda tangan Kepala Desa untuk mencairkan dana.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Lamandau menahan Mustakim karena terbukti mencairkan dan mengorupsi dana tersebut dengan melakukan pencairan sebanyak enam kali tanpa sepengetahuan Kepala Desa Lubuk Hiju.

"Bendahara Desa Lubuk Hiju bernama Mutakim umur 35 tahun itu diduga mengorupsi DD dan ADD sebesar Rp199 juta lebih," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lamandau Bayu Probo Sutopo, di Nanga Bulik, Kamis, 6 September 2018.

Bahkan menurut Bayu, dua dari enam pencairan tersebut, Mutakim memalsukan tanda tangan Kepala Desa.

Kasus tersebut kata Bayu, merupakan hasil pengembangan dari penyelidikan yang sebelumnya dilakukan Polres Lamandau. Kejari Lamandau pun telah menyatakan kasusnya telah memenuhi syarat untuk dilimpahkan ke Pengadilan Negeri setempat.

"Mutakim dikenakan pasal 2 subsidier pasal 3 Undang-undang RI nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU no.20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," ucapnya.

Bayu menjelaskan, pihaknya tetap akan mengembangkan kasus korupsi di Desa Lubuk Hiju. Pengembangan kasus tersebut akan dilakukan dengan melihat fakta-fakta di persidangan.

Dia mengatakan, dalam persidangan tersebut nantinya akan terlihat apakah ada atau tidak, dan seberapa jauh keterlibatan perangkat desa maupun pihak-pihak lain yang berkaitan dengan proses pencairan dana desa dan ADD di Desa Lubuk Hiju.

Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500