Sejumlah siswa tengah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Foto: Antara

Korupsi Komputer Sekolah Rp 27 Miliar di Madiun, 10 Orang Diperiksa

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 08:15:17 WIB

Kriminologi.id - Sebanyak 10 orang diperiksa sebagai saksi oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Madiun Kota, Jawa Timur. Pemeriksaan kepada sejumlah saksi tersebut guna menyelidiki kasus dugaan penyimpangan pengadaan komputer di SD dan SMP di Kota Madiun senilai Rp 27 miliar untuk tahun anggaran 2016 dan 2017.

Kapolres Madiun Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Nasrun Pasaribu, mengatakan sudah ada 10 saksi yang dimintai keterangan. Dari 10 orang tersebut, belum ada indikasi yang mengarah kepada aparatur sipil negara di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Madiun.

“Untuk dugaan korupsi pengadaan komputer, sejauh ini sudah ada 10 pegawai yang diperiksa. Kita baru periksa mereka sebagai saksi,” kata Nasrun Pasaribu.

Menurutnya, pemeriksaan kasus korupsi pengadaan komputer tersebut dilakukan secara bertahap dalam sebulan terakhir. Namun kasus dugaan penyimpangan pengadaan komputer untuk SD dan SMP di Kota Madiun tersebut mulai ditangani pihaknya sejak Maret 2018.

“Penyelidikan itu dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi masyarakat tentang adanya dugaan penyimpangan pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Kota Madiun,” ujarnya.

Nasrun menjelaskan, modus operandi pada kasus ini yakni dengan melakukan pengadaan komputer yang ternyata tidak sesuai spesifikasi kebutuhan di Kota Madiun. Saat itu, anggarannya ditetapkan untuk SD di Kota Madiun tahun 2016 mencapai Rp11 miliar. Sedangkan pengadaan untuk SMP dilakukan tahun 2017 dengan anggaran Rp 16 miliar.

Dengan demikian, total anggaran pengadaan komputer selama dua tahun mencapai Rp 27 miliar. Kasus tersebut sampai kini masih terus dikembangkan dan diselidiki lebih lanjut.

Penulis: Tito Dirhantoro
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500