Anggota DPRD Kota Malang Tri Yudiani (kedua kiri) dan Sulik Lestyowati (kedua kanan) tiba untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/6/2018). Keduanya diperiksa sebagai tersangka kasus suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015, Foto: Antaranes.com

Korupsi Massal DPRD Kota Malang, Gubernur Jatim: Ini Soal Integritas

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 19:35:45 WIB

Kriminologi.id - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan kasus korupsi yang terjadi pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang merupakan bentuk permasalahan integritas pribadi. Hal itu disampaikan Soekarwo dalam pelantikan 40 anggota DPRD yang baru.

"Soal pelayanan publik, Malang dan Jawa Timur itu luar biasa. Yang lemah adalah integritas. Integritas ini tidak ada ukurannya, belum bisa diganti mesin. Jadi, 41 tersangka itu adalah masalah integritas," kata Soekarwo di Gedung DPRD Kota Malang, Senin, 10 September 2018.

Menurut Soekarwo, ditangkap dan ditetapkannya 41 orang tersangka tersebut, memberikan dampak pada penyelenggaraan Pemerintah Kota Malang, terutama dalam hal penetapan APBD-Perubahan 2018, dan APBD 2019 oleh DPRD Kota Malang.

Dalam upaya untuk meningkatkan integritas dari masing-masing anggota partai politik termasuk anggota DPRD, Soekarwo berencana meminta bantuan kepada para ulama dan tokoh-tokoh agama untuk melakukan penyegaran rohani.

"Saya akan minta bantuan kepada para ulama, tokoh agama untuk melakukan penyegaran kembali. Hari ini merupakan monumen penting untuk integritas," ujar Soekarwo.

Sebanyak 40 orang anggota DPRD Kota Malang dilantik pada Senin, 10 September 2018. Pelantikan tersebut merupakan langkah percepatan Proses Pergantian Antarwaktu (PAW), setelah 41 orang dinyatakan menjadi tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Kota Malang periode 2014-2019.

Dalam perkembangan kasus tersebut, KPK menyatakan, para tersangka diduga menerima total uang sebanyak Rp 700 juta untuk kasus suap, dan sebanyak Rp 5,8 miliar untuk dugaan gratifikasi. Selain itu, sebanyak 16 tersangka juga kembali mencalonkan diri pada pemilu legislatif 2019.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500