Anak Setya Novanto, Reza Herwindo (kanan) dan Dwina Michaela bersiap meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan di Jakarta, 28 Maret 2018, Foto: Antaranews.com

KPK Dalami Pengakuan Eni Sebut Setnov Minta Anaknya Tak Dilibatkan

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 19:33:37 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi berjanji akan mendalami pengakuan Eni Maulani yang bertemu dengan Setya Novanto di Rumah Tahanan KPK di K-4 atau di Gedung Dwiwarna. 

Pertemuan tersebut terjadi saat Setya Novanto memenuhi panggilan penyidik KPK saat menjadi saksi pemegang saham PT Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo.

"Semua fakta pasti akan kami dalami. Tapi saya pastikan semuanya sudah ditanggapi oleh penyidik KPK. Kita tunggu saja proses ini berjalan," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, Jumat, 7 September 2018.

Usai diperiksa penyidik KPK sekitar Pukul 17.40 WIB Eni Maulani Saragih mengatakan satu fakta baru terkait adanya pertemuannya dengan Setya Novanto di dalam rumah tahanan milik KPK. 

"Tadi saya sudah menyampaikan kepada penyidik. Penyidik menanyakan kepada saya mengonfirmasi kepada saya atas kedatangan Pak Novanto menemui saya," ujar Eni Maulani Saragih usai diperiksa di gedung KPK, Jumat, 7 September 2018.

Ada lima hal yang disampaikan Novanto saat menemui Eni Maulani Saragih. Isi pertemuan langsung dibeberkan Eni ke penyidik KPK.

"Saya sudah jelaskan apa yang disampaikan Pak Novanto semua hal, ada lima hal, kepada penyidik," ucapnya.

Secara sekelumit Eni Maulani menyebut jika lima hal yang dibicarakannya itu terkait dengan jangan melibatkan Reza Herwindo dalam kasus PLTU. "(Soal perusahaan Reza Herwindo agar tidak dilibatkan) Iya itu ada," ucap Eni Maulani.

Namun untuk poin lainnya Eni memilih bungkam. "(Soal pengamanan posisi Setnov). Bisa ditanyakan kepada penyidik," ucapnya.

Seperti diketahui, Eni telah menjadi tersangka dugaan suap PLTU Riau-1 bersama pengusaha Johannes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga menerima duit suap Rp 4,8 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd. Perusahaan tersebut merupakan salah satu bagian dari konsorsium proyek PLTU Riau-1.

Saat melakukan pengembangan, KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka. Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni, yaitu senilai USD 1,5 juta dari Kotjo jika perusahaannya berhasil memenangkan proyek PLTU Riau-1 yang masih pada taraf penggodokan. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500