Dok. Inneke Koesherawati, Foto: Antaranews.com

KPK Duga Adik Inneke Koesherawati Tahu Proses Suap Wahid Husen

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 22:35:37 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami peran adik kandung Inneke Koesherawati, Ike Rahmawati dalam perkara suap pembelian kamar khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Lembaga antirasuah menduga Ike Rahmawati mengetahui proses pemesanan dan pengantaran satu unit mobil yang diberikan kakak iparnya, Fahmy Dharmawangsa kepada mantan kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen.

"Saya belum bisa menyampaikan peran dari yang bersangkutan seperti apa, tapi yang pasti penyidik perlu mengonfirmasi terkait proses pemesanan dan pengantaran mobil itu," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung Dwiwarna KPK, Rabu, 8 Agustus 2018.

Menurut Febri, dugaan Ira terlibat dalam perkara ini muncul lantaran proses pemberian mobil Pajero Sport yang diberikan kepada Wahid Husen terjadi di luar area Lapas. 

"Proses pemesanan mobil itu terjadi di luar ya, sehingga yang lebih mengetahui adalah pihak-pihak yang mungkin disuruh ataupun membantu dalam proses pemesanan mobil itu. Kalau untuk satu mobil yang terakhir diamankan dari rumah tersangka WH (Wahid Husen) itu memang itu diduga berasal dari tersangka FD (Fahmy Dharmawangsa)," ujar Febri Diansyah.

Menanggapi dugaan Fahmi bukan seorang diri menyuap Wahid Husen, KPK, kata Febri akan mendalami lebih jauh. Terlebih nilai dua mobil yang diberikan kepada Wahid Husen yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar serta satu unit mobil lainnya cukup mahal dibandingkan dengan harga sewa rata-rata kamar mewah Rp 200-Rp 300 juta di Lapas Sukamiskin. 

"Kami menduga proses pemberian fasilitas atau perizinan perizinan di Lapas Sukamiskin tersebut memang terkait dengan sejumlah pemberian suap atau hadiah atau janji pada penyelenggaraan negara atau pegawai negeri di sana. Itu yang sekarang sedang didalami lebih lanjut," ucap Febri.

Ike Rahmawati sendiri enggan mengomentari proses pembelian mobil kakak iparnya tersebut. Saat keluar dari lembaga antirasuah sekitar pukul 15.20 WIB, Ike mengaku hanya mengonfirmasi hal yang diketahuinya saja.

"Enggak sih, enggak cuman ditanya sedikit aja kok, bukan untuk masalah pak Fahmi gitu," kata Ike.

KOMENTAR
500/500