Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat diwawancari soal penggeledahan Lapas Sukamiskin Bandung. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

KPK Geledah Tiga Lokasi Terkait Suap Bupati Tulungagung

Estimasi Baca:
Selasa, 28 Ags 2018 21:00:21 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK membenarkan telah melakulan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Kota Tulungagung. Lokasi tersebut, antara lain rumah pribadi Ketua DPRD Tulungagung Supriyono, rumah milik wakil bupati terpilih, Maryoto Birowo. Termasuk rumah Sekda Tulungagung Indra Fauzi.

Selain itu penyidik KPK juga menyisir sejumlah aset pribadi milik mantan Bupati Syahri Mulyo. Penggeledahan tersebut terjadi pada Selasa, 28 Agustus 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

"Pagi tadi ada penyidik KPK yang melakukan penggeledahan di rumah pejabat di Tulungagung. Ada di rumah Ketua DPRD, rumah bupati, dan sekda bupati" kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa, 28 Agustus 2018.

Menurut Febri, dalam penggeledahan tersebut tim KPK menggunakan delapan unit mobil sewaan dan menetap di Desa Mojoagung, Kecamatan Ngantru, Tulungagung. Hasilnya ada sekitar empat buah koper yang diangkut perihal berkas dugaan suap yang dilakukan mantan Bupati Syahri Mulyo, Kepala Dinas PUPR Sutrisno, pengsuaha Susilo Prabowo dan Agung.

Kepada wartawan, Febri menjelaskan penyidik KPK cukup dengan mudah melakulan penggeledahan. Sebab, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono sedang melakukan ibadah haji.

Sementara tim lain juga melakukan penggeledahan di kediaman Wakil Bupati Tulungagung terpilih, Maryoto Birowo. Rumah yang ada di Desa/Kecamatan Karangrejo itu, penyidik anti rasuah juga menggeledah beberapa ruangan. 

Sama seperti Supriyono, Maryoto dan istrinya sedang tidak ada di rumah, karena berada di Malang. Sementara yang berada di lokasi hanya Sekda Tulungagung Indra Fauzi saja.

"Penggeledahan berlangsung terkendali karena dipersilakan oleh anggota keluarga yang bersangkutan. Meskipun ada yang tengah naik haji di Malang," ucap Febri Diansyah.

Febri menambahkan saat penggeledahan, penyidik KPK juga menelusuri aset yang dimiliki pihak penyelenggara negara tersebut. Termasuk tanah dan rumah milik Bupati Tulungagung terpilih Syahri Mulyo yang diduga didapat saat menjabat sebagai Bupati Tulungagung periode 2013-2018. 

"Ada juga sejumlah aset yang sedang ditelusuri kepemilikannya," tutup Febri.

Kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Kemudian KPK menetapkan beberapa orang termasuk Bupati Tulungagung Syahri Mulyo dan Wali Kota Blitar Muh Samanhudi Anwar tersangka.

Samanhudi diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari Susilo Prabowo yang merupakan kontraktor. Uang diberikan melalui Bambang Purnomo sebagai ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Fee ini diduga bagian dari delapan persen yang menjadi bagian untuk wali kota dari total fee 10 persen yang disepakati. Sedangkan dua persen akan dibagi-bagi kepada dinas. 

Kemudian, mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo sebesar Rp 1 miliar juga diduga menerima suap dari Susilo Prabowo. Sebelumnya Syahri Mulyo diduga menerima pemberian pertama sebesar Rp 500 juta dan pemberian kedua sebesar Rp 1 miliar. Susilo merupakan salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek di Kabupaten Tulungagung sejak 2014 hingga 2018.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500