Wikimedia.org

KPK Panggil Politikus PPP Soal Korupsi Dana Perimbangan Daerah

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 13:00:43 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Wakil Bendahara Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Puji Suhartono. Puji dipanggil sebagai saksi untuk anggota DPR Amin Santono yang menjadi tersangka dalam kasus suap usulan dana perimbangan daerah RAPBN-P 2018. 

"Sebagai saksi untuk AMN (Amin Santono). Masih terkait dana perimbangan daerah," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin, 6 Agustus 2018. 

Febri mengakui jika pemanggilan Puji terkait dengan penggeledahan di rumah Puji yang berada di Kompleks Kalibata, Jakarta Selatan dua pekan lalu. Saat itu, KPK menyita uang Rp 1,4 miliar.

"Apakah ini terkait dengan penggeledahan waktu itu. Iya ada kaitannya. Tapi kita tunggu update nya nanti setelah datang,"ujar.

Selain memanggil Puji Suhartono, KPK juga memanggil staf ahli Fraksi PAN DPR RI, Suherlan, dan dua orang PNS yaitu Hanto Matuan dan Repinus Telenggen, serta seorang karyawan swasta atas nama Aditia Utama. Keempatnya dipanggil sebagai saksi untuk Amin.

"Untuk saksi lainnya ada empat orang terdiri dari staf ahli PAN, ada juga PNS dan pihak swasta. Namanya ada dijadwal Riksa. Semua untuk Amin Santoni," tutur Febri menjelaskan.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka.

Keempat orang itu adalah Anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), dan Yaya Purnomo eks pejabat Kemenkeu yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Sementara untuk pihak pemberi suap pihak swasta atas nama Ahmad Ghiast.

Selain menetapkan empat tersangka, KPK juga turut menyita barang bukti berupa aset emas seberat 1,9 kg hingga uang Rp 1,8 miliar, SGD 63 ribu, dan USD 12.500 dari apartemen Yaya. Selain itu ada juga mobil Rubicon milik Yaya yang disita KPK.

Sementara itu, untuk sumber dana suap disebut berasal dari para kontraktor di Sumedang. Ahmad diduga sebagai koordinator sekaligus pengepul dana dari para kontraktor itu.

Pada perkembangannya, KPK juga menggeledah rumah dinas anggota DPR dari fraksi PAN, apartemen tenaga ahli Fraksi PAN dan rumah pengurus PPP.

Dari penggeledahan di apartemen tenaga ahli fraksi PAN itu, KPK menyita satu unit mobil Toyota Camry. Sementara dari rumah pengurus PPP, KPK menyita uang Rp 1,4 miliar. RZ

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500