Inneke Koesherawati. Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

KPK Periksa Adik Inneke Koesherawati Soal Suap Kalapas Sukamiskin

Estimasi Baca:
Rabu, 8 Ags 2018 18:25:15 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memeriksa Ike Rahmawati terkait suap untuk memperoleh sejumlah fasilitas di Lapas Sukamiskin dari Fahmi Darmawansyah. Ike merupakan adik dari artis Inneke Koesherawati. Ike yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wahid Husein (WH) yang merupakan mantan kalapas Sukamiskin.

"Untuk konfirmasi saja sebenarnya, untuk saksi saja kok," kata Ike usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

KPK menduga Wahid Husein menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 dari Fahmi Darmawansyah.

Ike enggan menjelaskan lebih lanjut apakah dirinya juga dikonfirmasi soal pembelian mobil yang diduga suap kepada Wahid dari Fahmi dalam kasus tersebut.

"Tidak sih cuma ditanya sedikit saja kok, bukan untuk masalah Pak Fahmi," ucap Ike.

Dalam penyidikan kasus itu, KPK sedang mendalami arahan tersangka Fahmi dalam pemesanan dan pembelian mobil yang kemudian diberikan sebagai suap Wahid Husein. KPK pun pada Selasa, 24 Juli 2018 lalu juga telah memeriksa Inneke.

"Pada saksi Inneke diperdalam informasi tentang arahan tersangka Fahmi Darmawansyah terkait dengan pemesanan dan pembelian mobil yang kemudian diberikan pada tersangka Wahid Husein," kata Febri.

Dalam kasus itu, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah (FD) dan Andri Rahmat (AR) yang merupakan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping (tamping) dari Fahmi Darmawansyah.

Kemarin, Selasa, 7 Agustus 2018, usai diperiksa KPK, Wahid mengaku salah telah menerima suap untuk memperoleh sejumlah fasilitas di Lapas Sukamiskin dari Fahmi Darmawansyah. Hal tersebut diungkap Wahid Husen usai diperiksa KPK, .

"Ya, saya dalam pemeriksaan kali ini mohon maaf kepada pimpinan dan masyarakat atas segala kesalahan dan saya terima. Saya mengaku bahwa saya salah dalam mengelola lapas ini," ucapnya.

Namun demikian, Wahid enggan membeberkan pihak-pihak lain selain Fahmi Darmawansyah yang ikut menyuapnya untuk mendapatkan fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin. "Pokoknya saya salah dan saya akan mengikuti proses hukum‎," ujarnya.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500