Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat diwawancari soal penggeledahan Lapas Sukamiskin Bandung. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

KPK Terima Laporan Gratifikasi 14 Tiket Asian Games 2018

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 20:24:21 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku menerima laporan gratifikasi tiket Asian Games 2018 yang diduga diterima para penyelenggara negara.

"Sampai sore ini, KPK telah menerima 14 laporan gratifikasi terkait dengan tiket Asian Games. Ada 13 laporan penerimaan tiket yang tidak digunakan. Artinya gratifikasi itu tidak digunakan oleh pihak yang menerima. Kemudian satu laporan penerimaan yang terdiri dari dua tiket yang telah digunakan untuk menghadiri pembukaan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Mengenai identitas 14 orang siapa saja melaporkan gratifikasi, ia mengaku tidak bisa membocorkannya. Ia menjelaskan, informasi pelaporan gratifikasi bersifat tertutup dan dijamin undang-undang (UU).

"Kecuali yang bersangkutan sendiri menyampaikan tetapi untuk tingkatan atau level pelapor gratifikasinya ada pelapor yang menjabat sebagai Dirjen ini setingkat Eselon 1. Kemudian ada pelapor yang menjabat sebagai Direktur ada juga sebagai Kepala Sub Direktorat, ada sebagai sekretaris, dan juga ada yang menjabat sebagai "account representative" di Ditjen Pajak," ujar Febri.

KPK, ia menambahkan, akan mempelajari dan menganalisa laporan gratifikasi tersebut. Mengingat, UU memberikan waktu 30 hari kerja terkait penerimaan gratifikasi.

"Sekaligus kami ingatkan pada pejabat lain masih ada waktu kalau ingin melaporkan penerimaan gratifikasi baik laporan penolakan misalnya tiketnya diterima tetapi tidak pernah digunakan atau penolakan secara langsung ataupun laporan penerimaan nanti akan kami lakukan analisis lebih lanjut," kata Febri.

Ia menjelaskan, pelaporan tersebut mencegah penerima gratifikasi dijerat tindak pidana di Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman ancaman pidana penjara 4 sampai dengan 20 tahun.

Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500