Rita Widyasari saat mengikuti persidangan di gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, (07/03/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

KPK Usut Dugaan Pencucian Uang Rita Widyasari

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 14:00:06 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengeksekusi vonis 10 tahun penjara Bupati nonaktif Kutai Kertanegara Rita Widyasari dalam kasus penerimaan suap dan gratifikasi. Kini, KPK menyiapkan jeratan baru untuk Rita, yaitu dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dua orang yang merupakan orang dekat Rita telah dipanggil KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait TPPU tersebut.

"Akan ada dua saksi yang diperiksa untuk RIW. Dua orang tersebut adalah Roni Fauzan dan Silvi Agustina dari pihak swasta," kata Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Senin, 6 Agustus 2018.


Silvi Agustina merupakan kakak ipar Rita Widyasari, sementara Roni Fauzan adalah sepupu Rita yang juga salah satu bagian dari tim XI Rita, dan manajer klub sepak bola Mitra Kukar.

Dua saksi tersebut sebelumnya pernah dipanggil beberapa kali oleh penyidik KPK dalam perkara gratifikasi maupun suap yang membuat Rita Widyasari dijatuhi vonis 10 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. 

Menurut Febri, pemeriksaan dua orang kerabat dekat Rita itu terkait dengan dugaan TPPU hasil pemberian izin operasi perkebunan Kelapa Sawit, perusahaan tambang, alih fungsi hutan, serta gratifikasi sejumlah proyek di Kabupaten Kutai Kertanegara.

Terkait TPPU ini, KPK mengendus adanya aliran dana dari Rita Widyasari ke salah satu klub sepakbola setempat yaitu Mitra Kukar. Klub Mitra Kukar lahir sejak kepemimpinan ayah kandung Rita, Syaukani Hasan Rais saat menjadi Bupati Kukar sebelumnya.

"Banyak hal yang didalami kemungkinan masih terkait perizinan lahan hutan, tambang juga dan aliran ke pihak-pihak terkait. Mungkin ke sana (Mitra Kukar) juga," ujar Febri.

Sebelumnya Rita dijatuhi vonis 10 tahun penjara ditambah denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta karena terbukti menerima gratifikasi senilai lebih dari Rp 110 miliar dan suap senilai Rp 6 miliar.

Menurut majelis hakim, Rita terbukti menerima gratifikasi dan suap terkait proyek-proyek di lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Suap diterima bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin selaku tangan kanan Rita Widyasari yang dijatuhi vonis 8 tahun penjara. RZ

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500