Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat diwawancari soal penggeledahan Lapas Sukamiskin Bandung. Foto: Walda Marison/Kriminologi.id

KPK Usut Enam Proyek PT DGI Dengan Tersangka Korporasi

Estimasi Baca:
Jumat, 3 Ags 2018 17:55:15 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kembali mengusut kasus korupsi yang disinyalir pernah digarap PT Duta Graha Indah alias DGI. Pengusutan tersebut untuk mengembangkan perkara dugaan korupsi PT DGI yang kini berganti nama PT Nusa Kontruksi Enjiniring. 

PT DGI diketahui adalah tersangka korporasi pertama kalinya yang ditetapkan KPK. Diketahui PT DGI adalah salah satu konsorsium yang membangun sejumlah proyek di pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono. 

PT DGI ini adalah salah satu korporasi yang lahir atas rekomendasi mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan eks Bendahara Umum (Bendum) Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Sejauh pengembangan kasus korporasi pihak PT DGI di perkara korupsi, KPK hanya menetapkan satu proyek yang tengah digagas. Dugaan itu terkait dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Pendidikan Penyakit Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana.

Namun kini, KPK menambahkan penyidikan enam proyek lain yang digagas PT DGI selama ditunjuk sebagai penanggung jawab proyek di pemerintahan.

"‎Dari hasil analisis terhadap bukti-bukti yang didapatkan selama proses penyidikan, penyidik KPK mengembangkan penanganan perkara TPK dengan tersangka PT DGI/NKE pada 6 proyek lain," kata Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah kepada awak media, Jumat, 3 Agustus 2018.

Febri mengatakan, enam proyek itu yakni pembangunan Gedung Rumah Sakit Pendidikan di Universitas Mataram, pembangunan Gedung BP2IP di Surabaya, pembangunan Gedung RSUD di Kabupaten Dharmasraya/Sungai Dareh, pembangunan Gedung Cardiac di RS Adam Malik Medan.

"Selain itu proyek lainnya ada pada Pembangunan paviliun di RS Adam Malik Medan, serta pembangunan Gedung RS inspeksi tropis di Surabaya," ujar Febri Diansyah.

Menurut Febri, hingga kini lembaga antirasuah itu masih fokus pada tahap pengembalian kerugian keuangan atau yang dikenal cost recovery asset.

"Saat ini penyidikan masih berjalan. Dalam menangani kasus korupsi dengan tersangka korporasi KPK fokus pada upaya memaksimalkan pengembalian kerugian keuangan negara," kata Febri.

Dalam kesempatan yang sama, Febri juga meminta PT DGI atau NKE kooperatif dengan proses yang berjalan, terutama mengenai pengembalian uang negara. 

"Kami harap pihak PT DGI bisa kooperatif dengan proses hukum ini. Jika ada niatan mengembalikan keuntungan yang didapatkan terkait dengan tujuh proyek yang pernah dikerjakan tersebut, maka hal tersebut akan lebih baik bagi tersangka ataupun proses hukum ini," kata Febri.

Dalam kasus pembangunan rumah sakit khusus infeksi dan pariwisata Universitas Udayana Tahun 2009-2010, Dudung didakwa bersama-sama mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dan Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan Universitas Udayana Made Meregawa.

Kasus penetapan PT DGI terungkap saat Nazaruddin telah menjadi terdakwa kasus P3SON Hambalang dan wisma atlet serta sejumlah kasus di pemerintahan.

Saat itu baik Nazaruddin dan Made Megawa telah bersepakat untuk memenangkan PT DGI sebagai pelaksana atau rekanan proyek pembangunan RS Universitas Udayana. Dalam kasus ini, perbuatan Dudung diduga memperkaya PT DGI sebesar Rp 6,780 miliar pada 2009. Kemudian, sebesar Rp 17,9 miliar pada 2010.

Selain itu, menurut jaksa, perbuatan Dudung telah memperkaya Nazaruddin dan korporasi yang dikendalikannya, yakni PT Anak Negeri, PT Anugrah Nusantara dan Group Permai sejumlah Rp 10,2 miliar.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500