Ilustrasi pencucian uang. Foto: Pixabay.com

Mantan Presiden Pakistan Diselidiki Terkait Pencucian Uang Rp 4,5 T

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 13:40:44 WIB

Kriminologi.id - Pengadilan tinggi Pakistan menyelidiki tuduhan pencucian uang terhadap mantan Presiden Asif Zardari. Zardadi dituduh melakukan pencucian uang hampir 300 juta dolar atau senilai hampir Rp 4,5 triliun bersama rekan bisnisnya melalui akun palsu.

Pengadilan pada Kamis, 6 September 2018, membentuk komite yang beranggotakan enam orang dalam rangka menyelidiki tuduhan pencucian uang Zardari dan keluarganya.

Media lokal Geo News melaporkan, Komite Investigasi Gabungan (JIT) tersebut akan dipimpin oleh Ahsan Sadiq, seorang pejabat senior dari Badan Penyelidik Federal (FIA). Dia juga seorang perwira berpangkat brigadir dari badan mata-mata Inter Services Intelligence (ISI), seperti dikutip dari Anadolu Agency, Jumat, 7 September 2018.

Komite tersebut akan akan menyelidiki miliaran rupee yang ditransfer ke akun palsu yang diduga dilakukan oleh Zardari, adiknya Faryal Talpur dan beberapa rekan bisnisnya beberapa tahun terakhir.

Komite serupa juga pernah dibentuk pengadilan tinggi untuk menyelidiki tuduhan korupsi terhadap mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif yang dipenjarakan pada 2016.

Komite akan menyerahkan laporan awal ke pengadilan dalam 15 hari ke depan dan dilarang untuk membocorkan informasi ke media.

Dilansir dari Pakistantoday, dua grup perusahaan Zardari yakni M/s Landmarks and National Gases (Pvt) Limited terindikasi terlibat dalam skandal selama pemeriksaan perangkat keras yang disita pihak penyelidik federal.

Zardari merupakan wakil ketua Partai Rakyat Pakistan berhaluan tengah-kiri. Dia menjabat sebagai presiden dari tahun 2008 hingga 2013. Zardari yang bebas dengan uang jaminan dalam kasus tersebut membantah tuduhan itu.

Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500