Meski Kaget, Idrus Mengaku Eni Saragih Terlihat Syok Diciduk KPK 

Estimasi Baca :

Menteri Sosial Idrus Marham. Foto: Marselinus Gual/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Menteri Sosial Idrus Marham. Foto: Marselinus Gual/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Kedatangan 12 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke rumah dinasnya ternyata membuat kaget Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham. Betapa tidak, saat itu, ia tengah merayakan hari ulang tahun anaknya dengan mengundang beberapa teman, termasuk dari rekan Partai Golkar.

"Ya tentu saya kaget, tentu kaget. Kita lagi ngrayain ulang tahun anak, ada beberapa tamu, lagi cerita-cerita. Ya dan temen-temen lagi ada di situ. Ya kurang lebih 8-10 orang lah," katanya saat memberikan keterangan pers di rumah dinasnya di Jakarta, Sabtu, 14 Juli 2018.

Ia mengaku, tidak hanya dirinya yang kaget, beberapa rekan partainya juga kaget dan juga tamu undangan lainnya. Bahkan, Eni Saragih sendiri juga terlihat kaget saat dijelaskan maksud kedatangan para penyidik KPK adalah untuk membawanya.

Saat dijelaskan maksud kedatangan KPK, ia menambahkan, Eni Saragih tidak berbicara banyak. "Enggak, dia kaget saja. Seperti itu (syok)," ujar mantan sekjen Partai Golkar ini.

Idrus mengaku tidak melihat dengan jelas apakah saat KPK membawa Eni Saragih juga ada anggota kepolisian. "Saya enggak tahu tadi itu. Saya enggak begitu perhatikan lagi kan saya juga masih ada beberapa tamu," katanya.

Sebelumnya, Idrus Marham menjelaskan kronologi penangkapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih.

Ia menjelaskan, Eni Saragih datang menghadiri ulang tahun anaknya sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, ia dan beberapa koleganya dari partai sedang berada di dalam rumah.

Sekitar pukul 15.10 WIB, ia menambahkan, ada yang mengetuk pintu rumah. Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah para penyidik KPK yang berjumlah 12 orang.

Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih Gresik, Jawa Timur. Foto: Twitter/@DPP_Golkar
Anggota Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih Gresik, Jawa Timur. Foto: Twitter/@DPP_Golkar

Ia menjelaskan, saat KPK memperkenalkan diri di dalam rumah juga ada Eni Saragih. Saat itu, ia mengaku, penyidik KPK menjelaskan maksud kedatangannya sembari memperlihat surat yang di dalamnya ada nama Eni Saragih.

"Dia (orang KPK) masuk. Saya tanya, ada apa? masalahnya apa? (Orang KPK bilang: Oh ini pak ada ini). Ya sudah jadi kalau memang ada seperti itu, saya langsung beri berita kepada Eni, "En, Dek, kamu harus ikut, kamu harus menghargai KPK, anda harus datang, anda harus pergi bersama-sama". Ya karena ini adalah penegak hukum harus kita hargai," kata Idrus.

Mantan sekjen Partai Golkar ini mengatakan, setelah mendapatkan penjelasan darinya, Eni Saragih dapat memahami. Tak lama, Idrus pun ikut mengantarkan Eni Saragih ke mobil penyidik KPK.

"Setelah itu ya saya bawa Eni, sama-sama ke mobilnya KPK, di situ sudah jalan (menunjuk jalan depan rumah). Dia jalan, pergi, ya sudah," ujar Idrus.

Ia mengaku, tidak mengetahui persis detail perkara yang tengah melilit Eni Saragih. Terkait hal itu, ia meminta semua pihak menunggu penjelasan resmi dari KPK.

"Tentu, saya juga belum tahu persis apa masalahnya, dan saya kira kita tunggu KPK seperti apa. Dan segera setelah itu saya naik, salat, lalu pergi ke Serang. Itu saja," katanya.

Saat Eni Saragih dibawa KPK, ia mengaku sedang berada di ruang kerja. Sementara Eni berada di ruang terpisah bersama beberapa kader Golkar dan tamu undangan lainnya. 

Idrus memastikan, hanya Eni Saragih seorang diri yang dibawa KPK dari rumah dinasnya. Ia menjelaskan, saat KPK menunjukkan surat di dalamnya hanya tertulis nama Eni Saragih. Sementara nama lainnya, ia mengaku tidak melihatnya secara jelas.

"Saya enggak lihat lagi. Itu kan sudah urusannya KPK. Masa saya kaya mau menginterogasi, kan enggak. Saya kan juga harus menghargai mereka (KPK). Oh ada ini, ya sudah silakan," ujar Idrus. DM

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Meski Kaget, Idrus Mengaku Eni Saragih Terlihat Syok Diciduk KPK 

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu