Gubernur Jambi Zumi Zola saat mendatangi gedung KPK, Jakarta, (05/01/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Pengakuan Penyuap Zumi Zola Kerap Diminta Duit Pengamanan Proyek

Estimasi Baca:
Kamis, 6 Sep 2018 21:05:18 WIB

Kriminologi.id - Muhammad Immanudin alias Iim menjadi saksi untuk terdakwa Zumi Zola Zulkifli. Pengusaha bidang infrastruktur di Jambi itu mengaku kalau Zumi Zola hampir setiap waktu meminta jatah uang kepadanya dengan alasan mengamankan proyek infrastruktur yang diperolehnya. 

Hal tersebut dituturkan oleh Iim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis, 6 September 2018. 

Awalnya Jaksa KPK Tri Anggoro Mukti bertanya kepada Iim perihal permintaan uang dari Zumi Zola kepadanya. 

"Anda menyebut dalam BAP bahwa Pak Zumi selalu meminta uang kepada anda hampir setiap waktu. Bisa anda ceritakan?," tanya Jaksa.

Atas pertanyaan itu, Iim mengakui bahwa ia memberikan uang kepada Zumi Zola karena dijanjikan bahwa ada pengamanan proyek yang digarap perusahaannya. 

"Katanya kalau mau aman semua permintaan harus dipenuhi," aku Iim.

Iim menjelaskan, posisnya cukup sulit. Pasalnya, dia merasa kepalang tanggung karena sudah menyanggupi permintaan Zumi Zola sebelumnya. 

"Saya sudah dijanjikan. Saya pikir sudah kepalang tanggung. Ya tidak bisa menolak juga permintaan. Padahal tiap berapa Minggu, berapa bulan selalu minta uang ke saya lewat anak buahnya. Ada untuk Qurban 25 ekor sapi, lalu bayar macam-macam," ungkap Iim.

Pemberian uang dari Iim diperkirakan berjumlah Rp 44 Miliar. Uang tersebut diketahui untuk pembayaran berbagai macam kebutuhan Zumi Zola.

Mulai dari penggunaan pembayaran lembaga survei senilai Rp 150 juta demi kemenangan Zumi Lazada sebagai walikota Jambi. Pembelian dua unit ambulance sebesar Rp 274 juta pada Maret 2016 lalu. Ada pula uang senilai Rp 60 juta untuk kekurangan sewa dua tahun kantor DPP PAN Kota Jambi.

Termasuk uang senilai Rp 70 juta untuk pembayaran spanduk dan sewa billboard pencalonan Zumi Laza adik kandungnya. Pun untuk melaksanakan qurban sebanyak 25 ekor sapi senilai Rp 150 juta. Semuanya dibayarkan dari hasil gratifikasi Iim.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500