Ilustrasi: Uang suap Foto: Pixabay.com

Pengusaha di Sumut Kabur Usai Korupsi Rp 40,8 M, Diburu Sampai Jakarta

Estimasi Baca:
Jumat, 18 Mei 2018 11:25:20 WIB

Kriminologi.id - Direktur PT Mitra Multi Communication berinisial TFK telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. TFK yang juga seorang pengusaha kabur usai ditetapkan tersangka terkait kasus koruopsi di Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp 40,8 miliar dana APBN tahun anggaran 2015. 

“Bahkan, Kejaksaan Agung (Kejagung) bekerja sama dengan Polri melakukan pencarian terhadap pengusaha yang sudah lama menghilang,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sumanggar Siagian di Medan, Jumat, 17 Mei 2018. 

Untuk mencari keberadaannya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara juga telah menyebarkan sejumlah foto tersangka ke tempat-tempat umum, institusi pemerintah, Kejaksaan Negeri di seluruh Tanah Air.

“Kita berharap tersangka status buronan itu, dapat secepatnya ditangkap dan ditahan menunggu proses perkara TFK dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan,” ujar Sumanggar.

Sumanggar menyebutkan, tersangka tersebut tidak diketahui di mana berada dan beberapa kali dilayangkan pemanggilan, namun tetap tidak pernah hadir atau mangkir. Tersangka juga telah dicari ke Jakarta dan beberapa daerah lainnya di Tanah Air, namun belum diketemukan hingga kini.

"Tersangka selama ini juga tidak kooperatif," kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Kejati Sumut telah memeriksa tersangka berinisial ES, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dalam kasus dugaan korupsi di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Pemprov Sumut ini. Namun, tersangka ES belum dilakukan penahanan dan masih diperbolehkan pulang ke rumah.

Terkait kasus ini, Kejati Sumut telah menetapkan empat tersangka yakni berinisial ES, PPK di Bapemas Provinsi Sumut, TFK, Direktur Mitra Multi Communication, BS, Direktur PT Proxima Convex, dan RJP, Direktur PT Ekspo Kreatif Indo.

Tersangka BS dan RJP telah dilakukan penahanan oleh Kejati Sumut dengan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I-A Tanjung Gusta Medan.

Sebelumnya Kejati Sumut juga menetapkan satu tersangka lain dalam kasus itu, yakni Direktur PT Shalita Citra Mandiri berinisial MN, Namun, MN meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Jakarta, 25 Februari 2017 akibat penyakit jantung sehingga status hukumnya otomatis gugur dan penyidikan terhadapnya juga dihentikan.

KOMENTAR
500/500