Pertimbangan Ini yang Jadi Alasan Hakim Perberat Vonis Setnov

Estimasi Baca :

Setya Novanto saat sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/01/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Setya Novanto saat sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/01/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Kriminologi.id - Majelis hakim menjatuhi vonis 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan untuk Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP. Ada alasan tertentu yang membuat majelis hakim memperberat vonis untuk mantan Ketua DPR RI itu.

"Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya memberantas korupsi, yang adalah extra ordinary crime," kata ketua majelis hakim Yanto dalam amar putusan yang dibacakan di muka persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, 24 April 2018.

Selain hal yang memberatkan, majelis hakim juga mempertimbangkan hal-hal yang meringankan selama Setnov menjalani persidangan. 

"Terdakwa sopan di sidang dan belum pernah dihukum," tutur Yanto.

Majelis Hakim menjatuhi vonis 15 tahun penjara kepada Setnov. Vonis itu setahun lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 16 tahun. Hakim juga menjatuhi pidana denda Rp 500 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu juga dikenakan kewajiban membayar ganti rugi kepada negara sebesar USD 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar yang telah dikembalikan kepada KPK dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutup kewajiban ganti rugi tersebut. 

Selain itu, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun setelah Setnov selesai menjalani masa pemidanaan.

Menanggapi putusan tersebut, Setnov tidak langsung mengambil keputusan untuk menerima atau mengajukan banding. Setnov meminta waktu untuk pikir-pikir.

"Dengan tidak mengurangi rasa hormat. Saya meminta waktu untuk berkonsultasi dengan tim kuasa hukum dan keluarga. Mohon diberi waktu untuk pikir-pikir," kata Setnov yang mengenakan batik kuning di kursi terpidana. RZ

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Pertimbangan Ini yang Jadi Alasan Hakim Perberat Vonis Setnov

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu