Dok. Bendera Partai Golkar. Foto: Twitter

Politikus Golkar Tak Tahu Uang dari Eni Bersumber dari Fee PLTU Riau

Estimasi Baca:
Senin, 10 Sep 2018 20:15:02 WIB

Kriminologi.id - Ketua DPP Partai Golkar TB Ace Hasan Syadzily menyatakan bahwa partainya tidak mengetahui perihal sumber uang Munaslub Partai Golkar pada Desember 2017. Hal ini menjawab pernyataan Eni Maulani Saragih yang menyebut ada uang Rp 2 Miliar dari proyek PLTU Mulutbang Riau-1 untuk pembiayaan Munaslub.

"Soal itu sejak awal kami dari partai tidak mengetahui sumber uang yang diberikan dari rekan kami. Ternyata belakangan dia bersaksi bahwa uang itu berasal dari proyek yang ramai di perbincangkan," kata Ace Hasan Syadzily kepada Kriminologi.id via telepon, Senin, 10 September 2018.

Menurut Ace, perihal sumber uang yang digunakan sebagai Munaslub yang disebutkan oleh Eni Saragih tidak ada yang mengetahui sumber asalnya. Sebab, kata Ace, pengeluaran maupun pemasukan partai hanya Eni yang mengetahuinya mengingat dia sebagai bendahara partai.

"Saya beritahu bahwa saudara Eni itu adalah bendahara saat itu. Dia juga tidak pernah memberikan LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) kepada kami sehingga kami tidak pernah tahu asal uang tersebut. Andai tahu bahwa dana tersebut berasal dari tindakan melanggar hukum, tentu pasti tidak akan diterima," ujar Ace.

Secara tegas Ace meminta tidak boleh mengasumsikan bahwa kasus PLTU Riau-1 dengan kepentingan partai politik. Hal tersebut karena adanya perbedaan antara kasus pribadi Eni dengan partai politik.

"Jadi saya pinta untuk membedakan antara kasus pribadi dengan kasus partai. Saya berani kami bahwa tidak mungkin Partai Golkar menggunakan sumber dana yang berasal dari hasil tindakan yang berkasus hukum," kata Ace Hasan.

Ace juga meminta kepada media yang memberitakan kasus ini untuk menghormati kasus hukum. Supaya, kasus ini bisa berjalan semestinya tanpa menimbulkan letupan dan banyaknya asumsi setelahnya.

"Kami juga meminta untuk menghormati kasus hukum. Jangan ada pemberitaan yang menimbulkan letupan dan asumsi karena pemberitaan media," tutupnya.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500