Rita Widyasari saat mengikuti persidangan di gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, (07/03/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Ramadan Terberat di Penjara, Rita Widyasari Rencana Khatamkan Alquran

Estimasi Baca:
Kamis, 17 Mei 2018 15:05:40 WIB

Kriminologi.id - Bupati Kutai Kartanegara non-aktif Rita Widyasari mengakui Ramadan kali ini merupakan terberat yang dia rasakan. Pasalnya, Ramadan kali ini dirinya harus menjalani puasa pertama di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi dan tidak bisa berbuka puasa bersama anak dan suaminya.

“Ini puasa pertama saya di penjara. Kalau dirasakan pasti berat ya. Harus pisah sama keluarga, suami, anak dan tidak bisa melihat kesehatan ibu saya,” kata Rita Widyasari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Rabu, 16 Mei 2018.

Kendati dirasakan berat bagi Rita, namun terdakwa kasus gratifikasi ini menganggap Rutan KPK tak ubahnya sebagai pesantren. Dia mengaku cukup memanfaatkan banyak waktu untuk kontemplasi dan mendekatkan diri kepada pencipta. 

Rita mengaku banyak yang dilakukan, mulai dari membaca Juz A’ma sampai mengkhatamkan Alquran menjadi salah satu rencananya wanita cantik tersebut.

“Kalau kegiatannya sih lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rencananya saya akan kontemplasi dengan menkhatamkan Alquran. Lebih banyak merenung, mungkin selama ini saya banyak lupa sama Allah,” ujar Rita Widyasari.

Menurut Rita, meskipun harus berpisah dengan keluarga, namun di dalam rutan Rita mengaku ada sekitar delapan orang tahanan yang biasa ikut melaksanakan salat berjamaah dengan dirinya. Hal itu menurutnya menjadi penyemangat dirinya yang jauh dari keluarga.

“Kamis ini kan 1 Ramadannya. Belum tahu nanti akan bagaimana. Tapi kalau hari-hari lain ada delapan tahanan yang melaksanakan shalat berjamaah dengan saya. Mereka sudah menjadi keluarga saya di sana (Rutan). Agamanya kuat-kuat semuanya. Jadi saya senang,” ucap Rita Widyasari.

Rita Widyasari saat ini masih menjadi terdakwa di tahanan KPK atas kasus penerimaan uang gratifikasi senilai Rp 286 Miliar.

Gratifikasi ini diberikan sebagai upeti dari pihak Herry Susanto Gun dan beberapa kontraktor di 867 proyek di tahun 2010-2015 lalu. Sangkaan KPK lainnya menuding bahwa Rita juga mengantongi gratifikasi senilai Rp 469 Miliar. AS

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Achmad Sakirin
KOMENTAR
500/500