Setnov Janji Bongkar Peran Keponakannya Bagi-bagi Uang E-KTP ke DPR

Estimasi Baca :

Setya Novanto saat sidang di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat (12/3/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id - Kriminologi.id
Setya Novanto saat sidang di Gedung Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat (12/3/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id
Sidang ke-21 Setya Novanto menghadirkan keponakannya sebagai saksi. Dalam sidang, Irvanto Hendra Pambudi menolak peran bagi-bagi duit uang korupsi E-KTP kepada anggota DPR.

Kriminologi.id - Sidang kasus korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto menghadirkan keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi sebagai saksi. Dalam sidang tersebut, terungkap jika keponakan Setya Novanto itu berperan dalam pembagian uang atau jatah untuk para anggota DPR.

Peran Irvanto itu terungkap kala majelis Hakim Yanto menanyakan soal motivasinya bergabung di tim Fatmawati bentukan Andi Narogong. "Di BAP saudara mengatakan bahwa anda bergabung dengan tim Fatmawati bentukan Andi Narogong karena anda ditawari pekerjaan di sana. Apa betul begitu?" katanya di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Maret 2018.

Irvanto menjelaskan, tugasnya di tim Fatmawati adalah memberikan fee dari proyek yang dianggarkan Rp 5,9 Triliun itu.

"Iya saya dijanjikan pekerjaan di proyek tersebut. Tugasnya hanya membagikan pembagian (fee) ke anggota DPR di sana," ujarnya.

Baca Juga: Kode Miras Setya Novanto untuk Pembagian Upeti ke Relasinya di Senayan

Irvanto mengaku, bergabungnya ia di Tim Fatmawai telah diketahui pamannya sendiri yakni Setya Novanto. "Dan ajakan Pak Andi itu sudah diketahui om saya (Setya Novanto)," ujar Irvanto.

Mendengar jawaban keponakannya itu, Setya Novanto merasa perlu meluruskannya. Ia membantah telah ada pembagian tugas terkait fee untuk para anggota DPR. 

"Saya tanya kepada Andi, kenapa pakai saudara Irvanto kan itu ponakan saya. Jawaban Andi pada saat itu adalah dia konsorsium menjanjikan Irvan, meskipun kalah digantikan konsorsium. Tapi kata Andi enggak pernah meminta untuk dibagikan fee itu," ujar Setya Novanto.

Novanto juga membantah ucapan keponakannya itu terkait dirinya mengetahui siapa saja pihak yang diberikan fee lewat Andi.

"Nah saya penasaran pada waktu itu karena lupa, Andi dan Irvanto pernah datang, saya tanya karena ada catatan Andi kepada dewan A, B, C yang sudah disampaikan ke penyidik," kata Novanto.

Baca Juga: Keponakan Setnov Sembunyikan Uang Korupsi E-KTP Dengan Barter Sistem

Terkait hal itu, Setya Novanto menanyakan langsung kepada Irvanto.

"Irvan apakah benar ngasih beberapa dewan, kemudian jawabannya saya cuma disuruh antar si Andi. Masih ingat enggak?" tanya Novanto

"Nggak," jawab Irvanto singkat.

Novanto lantas meminta Irvanto mengingat kembali peristiwa pertemuan itu dan pembagian uang ke beberapa pihak. Sebab, Andi pernah menyampaikan Irvanto ditugaskan untuk membagikan uang tersebut.

"Kira-kira bulan April dan Mei, coba ingat kembali?" kata Novanto.

Irvanto kemudian membantah pernah diperintah Andi Narogong membagi-bagikan uang proyek e-KTP kepada anggota DPR. Mantan boss Murakabi juga pernah menyatakan tidak pernah mendapatkan pekerjaan dari Andi Narogong.

"Yang pasti saya tidak mendapatkan pekerjaannya dan kalau Andi perintah untuk kasih beberapa dewan saya tidak pernah ada," ujar Irvanto.

Baca Juga: Pakai Rekening Karyawannya, Trik Keponakan Setnov Tampung Uang E-KTP 

Giliran Novanto yang mencoba menerangkan kejadian yang masih terekam di ingatannya itu. Termasuk juga barang bukti yang ia miliki.

"Jadi itu nanti pada dakwaan minggu depan akan sampaikan, jumlah pak Irvan dan apa yang dilakukan Pak Irvan tidak disebutkan. Jadi besok saya serahkan jumlah hampir sama, nanti saya serahkan," ujar Novanto.

Dalam perkara ini, Novanto didakwa menerima total uang USD 7,3 juta terkait korupsi proyek e-KTP. Uang itu diterima Novanto melalui tangan Made Oka Masagung dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo sebagai fee dalam proyek e-KTP.

Baca Selengkapnya

Home Hard News Korupsi Setnov Janji Bongkar Peran Keponakannya Bagi-bagi Uang E-KTP ke DPR

KOMENTAR

Tulis Komentar Kamu

Silahkan masuk terlebih dahulu
Silahkan tulis komentar kamu