Deisti Astriani Tagor, istri ketua DPR Setya Novanto. Foto: Antara

Sidang E-KTP, Istri Setnov Jadi Komisaris PT Mondialindo Tanpa Modal

Estimasi Baca:
Selasa, 4 Sep 2018 13:55:13 WIB

Kriminologi.id - Deisti Astriani Tagor, istri Setya Novanto bersaksi dalam kasus korupsi e-KTP. Ia mengungkap perannya di PT Mondialindo, pemilik saham mayoritas PT Murakabi Sejahtera yang menjadi salah satu peserta lelang proyek e-KTP.

"Saya pernah jadi komisaris di PT Mondialindo bersama-sama saya, setahu saya saat itu ada Rheza, anaknya Pak Novanto," kata Deisti di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 4 September 2018.

Diakui Deisti, bergabungnya ia dengan perusahaan itu tanpa sepengetahuan suaminya. Ia mengaku diajak seorang pengusaha bernama Heru Taher yang merupakan kolega lama suaminya

"Pak Heru Taher datang ke rumah dan mengatakan ke saya 'Kamu ke sini saja untuk belajar', lalu saya juga tanya 'Untuk apa?', dia katakan 'Ikut sajalah, jadi saya ikut'," ungkap Deisti.

Saat memutuskan masuk ke PT Mondialindo pada 2008, Deisti mengaku belum memberitahu suaminya. Karena itu ia sempat minta keluar karena tidak tahu apa yang harus dikerjakannya sebagai komisaris di perusahaan itu.

Deisti pun mengakui kalau ia tak menyetorkan modal sepeserpun meski memiliki saham di perusahaan itu.

"Terakhir saya tanya Pak Novanto katanya (kepemilikan saham) untuk pembayaran utang Pak Heru ke Pak Novanto. Jadi saham saya untuk bayar utang karena sekitar tahun 1990-an Pak Novanto dan Pak Heru ada di situ (PT Mondialindo)," kata Deisti lagi.

Deisti dihadirkan sebagai saksi bagi tersangka Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung. Keduanya didakwa menjadi perantara pemberian uang senilai 7,3 juta dolar AS untuk Setnov terkait fee proyek e-KTP.

Nama Deisti muncul dalam pusaran kasus korupsi e-KTP karena KPK mendapatkan dokumen yang menyatakan kepemilikian mayoritas (80 persen) saham PT Mondialindo ada di tangan Deisti dan Rheza.

PT Mondialindo juga tercatat sebagai investor di PT Murakabi Sejahtera dengan Dwina Michaela (yang juga anak Setnov) sebagai Komisaris. Namun saham itu lalu dijual ke Cyprus Antonia Tatali, yang juga dekat dengan Setnov. 

PT Murakabi Sejahtera adalah salah satu dari tiga konsorsium yang mengikuti lelang pengadan e-KTP meski lelang akhirnya dimenangkan oleh konsorsium PNRI meski pemenang lelang sudah ditentukan sebelumnya.

Deisti yang ditanya soal kedudukan Rheza di PT Murakabi mengaku tak tahu. Ia pun mengaku tidak tahu soal PT Murakabi Sejahtera meski perusahaan itu dimiliki sahamnya oleh PT Mondialindo

"Saya kurang tahu juga mengenai Murakabi tapi setahu saya itu perusahan benar, tapi Irvanto di Murakabi tidak tahu sebagai apa saya, belum pernah datang ke kantornya," ujar Deisti.

Ia mengenai Irvanto hanya sebatas keponakan Setnov dan bertemu saat acara keluarga. "Selain acara keluarga jarang bertemu," kata Deisti.

Sebelumnya KPK telah memintakan cekal terhadap Deisti. Ia diduga mengetahui kasus korupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun ini.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500