Jero Wacik mantan menteri ESDM. Foto: Ist/Kriminologi.id

Sidang PK, Jero Wacik Menolak Disebut Samad Suka Memeras Pengusaha

Estimasi Baca:
Senin, 6 Ags 2018 22:45:14 WIB

Kriminologi.id - Terpidana kasus korupsi Dana Operasional Menteri Jero Wacik kesal dengan sebutan suka memeras pengusaha oleh mantan Ketua KPK Abraham Samad pada 2014 silam. 

Menurut eks menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono itu, sikap Samad tidak elok disampaikan kepada publik. Apalagi saat itu perkara dugaan korupsi DOM belum memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah.

"Saya cukup keberatan dengan pernyataan mantan Ketua KPK saat itu menyebut kalau saya suka memeras dan berfoya-foya," kata Jero pada sidang kelanjutan permohonan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.

Pernyataan Jero Wacik tersebut beralasan. Mengingat, dalam beberapa kutipan potongan surat kabar dan media online tertanggal 4 September 2014 disebutkan mantan Menteri ESDM itu suka memeras dan gemar berfoya-foya.

"Saya ada buktinya pernyataan yang tak patut itu disampaikan oleh pejabat publik yang mengerti hukum. Tak mendahulukan asas praduga tak bersalah," ujarnya.

Jero mengklaim, sejak lahir tidak pernah memeras siapa pun termasuk hidup berfoya-foya seperti yang dituduhkan Samad. Apalagi, ia menambahkan, falsafah Hindu yang dianut mengajarkan hidup adil dan tidak boleh memeras orang lain.

"Saya orang miskin memang. Tapi saya tidak pernah memeras orang sejak saya kecil. Remaja juga, mahasiswa dan sekarang tidak pernah model saya memeras orang. Itu saya rasa bantahan pribadi tak mendasar," katanya.

Jero menjelaskan, penggunaan DOM sudah ada ketentuan di dalamnya. DOM menurut Jero adalah fasilitas yang bisa dipakai para menteri era kepemimpinan SBY kala itu. Namun setiap fasilitas harus disertakan dengan LPJP anggaran yang digunakan.

"Semua fasilitas yang katanya DOM itu sudah kami masukkan ke dalam LPJP anggaran. Kami ada buktinya dalam novum," ucap Insinyur dari ITB tersebut.

Bantahan lain yang diucapkan pada 10 poin novum milik Jero Wacik di nota PK miliknya adalah dia tidak melakukan pemerasan seperti yang dituduhkan lembaga antirasuah dalam rentang 2013-2014 silam. Menurut Jero, para pengusaha  justru menawarkan diri untuk memuluskan beberapa proyek di kementeriannya.

"Justru saya yang dibujuk untuk memuluskan beberapa proyek di kementerian oleh pihak swasta. Jadi tidak benar itu kalau saya membujuk pengusaha tersebut," ujar Jero Wacik.

Sebelumnya mantan Menteri Pariwisata dan Kebudayaan era SBY itu telah divonis empat tahun penjara di pengadilan pertama alias pengadilan Tipikor. Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung (MA) memperberat hukuman Jero menjadi delapan tahun penjara.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500