Dirut PLN Sofyan Basir usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Jakarta, Jumat (20/07/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Sofyan Basir Bantah Jadi Tersangka Kasus Suap PLTU Riau-1

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 20:45:33 WIB

Kriminologi.id - Direktur Utama PT PLN Persero Sofyan Basir membantah menjadi tersangka kasus suap PLTU Mulutbang Riau-1. Ia memastikan, pemeriksaannya kali ini sebagai saksi untuk tersangka penyuap Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, Johannes Budisutrisno Kotjo.  

"Enggak (jadi tersangka), diperiksa saksi buat Kotjo (Johannes B Kotjo)," katanya usai pemeriksaan di KPK, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Agustus 2018.

Mantan dirut Bank BRI ini juga membantah penunjukan langsung terkait proyek tersebut.

"Penunjukkan (langsung) mengenai Itu (proyek Mulutbang Riau-1) sudah diatur di PJB," ujar Sofyan.

Namun saat dikonfirmasi terkait beberapa materi pemeriksaan hari ini, ia meminta awak media menanyakan sendiri kepada para penyidik KPK yang memeriksanya.

"Tanya penyidik saja ya," ujar Sofyan Basir.

Sebelumnya dalam kasus ini Eni dan Johanes Kotjo ditetapkan sebagai tersangka. Eni disangka sebagai penerima suap, sementara Johanes Kotjo sebagai pemberi suap. 

Eni diduga menerima uang dari Kotjo secara bertahap sebanyak empat kali, yakni pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar, Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar, 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta dan terakhir pada 13 Juli 2018 sebesar Rp 500 juta.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Eni sebagai pihak penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. 

Sementara Johannes sebagai pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500