Dok. Gedung KPK Jakarta. Foto: kpk.go.id

Suap Dana Otsus, KPK Sita Dokumen Aceh Marathon dan Sail Sabang

Estimasi Baca:
Sabtu, 11 Ags 2018 14:20:41 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) pada Jumat, 10 Agustus 2018. 

Dari penggeledahan itu, KPK menyita dokumen penting terkait penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

"KPK menyita sejumlah dokumen terkait Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dari kantor BPKS," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat kepada media di Jakarta, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Diantara dokumen yang disita KPK adalah dokumen penyelenggaraan even skala internasional yang digelar di Aceh yaitu Aceh Marathon dan Sail Sabang.

Selain itu KPK juga menyita dokumen pembangunan dermaga CT-3 BPKS yang sumber pendanaannya dari APBN senilai Rp 793 miliar.

Pembangunan dermaga yang terletak di Gampong Kuta Bawah Timu, Surakarya, Kota Sabang itu diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 313 miliar.

Penggeledahan Kantor BPKS Sabang itu masih terkait dengan kasus suap DOKA yang menjerat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi sebagai tersangka.

"KPK mengonfirmasi pengetahuan saksi terkait dengan aliran dana untuk suap dalam perkara ini," kata Febri.

Dalam kasus ini KPK menetapkan empat tersangka, yakni Irwandi Yusuf dan dua pihak swasta bernama Hendri Yuzal dan Teuku Syaiful Bahri. Ketiganya ditetapkan tersangka sebagai pihak penerima suap dari tersangka Ahmadi.

Irwandi diduga menerima suap Rp 500 juta dari total fee Rp 1,5 miliar yang berasal dari penyaluran DOKA. Uang suap yang diterima Irwandi diduga digunakan untuk membeli medali dan pakaian atlet dalam ajang Aceh International Marathon. 

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500