Gubernur Aceh Irwandi Yusuf (baju putih) tiba di Gedung Dwiwarna KPK pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Rabu, (4/7/2018). Foto: Dimeitri Marilyn/Kriminologi.id

Suap Gubernur Aceh, KPK Periksa Dirjen OTDA Kemendagri

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 13:15:29 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono. KPK membutuhkan keterangan Sumarsono dalam kasus suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang menjerat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

"Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IY (Irwandi Yusuf). Kami akan mendalami perihal kasus yang masih diusut penyidik," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Agustus 2018.

Menurut Febri, KPK akan menanyakan awal mula aliran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) yang diberikan oleh Irwandi Yusuf. Sebab, diketahui anggaran DOKA berasal dari pemerintah pusat untuk pembangunan dan pembenahan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

"Tentu saja banyak hal yang akan didalami. Mungkin salah satunya mengenai peruntukan DOKA. Tapi detailnya akan kami sampaikan usai pemeriksaan penyidik," ujar Febri.

Pada pemeriksaan kali ini, penyidik KPK juga memanggil Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Indra Baskoro. Indra juga akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irwandi Yusuf.

"Saksi Dirjen Bina Keuangan Daerah Indra Baskoro sama untun tersangka IY terkait DOKA," ujar Febri.

Irwandi bersama Bupati Bener Meriah Ahmadi terjerat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengalokasian dan penyaluran DOKA Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 8 triliun.

Selain menetapkan dua kepala daerah itu sebagai tersangka, KPK juga menetapkan dua orang lain yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri yang merupakan vendor proyek sebagai tersangka.

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga upaya pemberian uang Rp 500 juta dari Ahmadi kepada Irwandi terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA.

Diduga pemberian tersebut merupakan bagian dari commitment fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh dan setiap proyek yang dibiayai dari DOKA.

Pemberian uang kepada Irwandi tersebut diketahui dilakukan melalui orang-orang terdekatnya serta orang-orang terdekat Ahmadi sebagai perantara. 

RZ

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500