Direktur Utama Perusahan Listrik Negara (PLN), Sofyan Basir saat diwawancarai mengenai penggeledahan di ruangannya oleh KPK. Foto: Rizky Adytia/Kriminologi.id

Suap PLTU Riau-1, Sofyan Basir: Penunjukan Langsung Dilakukan PT PJB

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 21:15:35 WIB

Kriminologi.id - Dirut PLN Soffyan Basir memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap PLTU Riau-1. Menurut Sofyan, pelaksanaan proyek tersebut sepenuhnya tanggung jawab PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) yang merupakan anak usaha PT PLN.

"Penunjukan mengenai proyek itu sudah diatur di PJB," kata Sofyan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Selasa, 7 Agustus 2018.

Sofyan telah dua kali menjalani pemeriksaan dalam kasus ini. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Johannes Budisutrisno Kotjo. Johannes adalah pemegang saham Blackgold Natural Resources yang menjadi vendor proyek PLTU Riau-1.

Sofyan menegaskan, dalam kasus suap PLTU Riau-1 ini posisinya masih sebagai saksi.

"Enggak. Diperiksa saksi buat Kotjo," katanya.

Sementara itu Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan KPK belum bisa memastikan perihal dugaan penunjukan langsung dalam proyek yang diestimasi sebesar 900 juta dolar AS itu.

Menurut Febri, saat ini KPK masih fokus pada dugaan suap yang melibatkan dua tersangka dalam kasus ini.

"Yang pasti pihak swasta sudah dipanggil. Pihak PLN sudah. Penyelenggara negara juga sudah. Sejauh ini kami masih fokus pada dugaan pemberian suap," kata Febri.

Dalam kasus yang bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka yaitu wakil ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. RZ

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500