Suryadharma Ali mantan ketua Kemenag. Foto: kemenag.go.id

Suryadharma Ali Ikhlas Kiswah Diambil KPK Meski Dengan Cara Ilegal

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 14:30:55 WIB

Kriminologi.id - Mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali alias SDA mengiklaskan Kiswahnya yang laku terjual Rp 450 juta dalam lelang di KPK pada Rabu, 25 Juli 2018. Kendati ikhlas, ia mengaku keberatan dengan cara penyidik KPK mengambil Kiswah beberapa waktu lalu.

"Syukur saja bisa memberikan manfaat buat negara walaupun caranya pakai cara ilegal karena lewat rampasan," ujar Suryadharma Ali saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 9 Agustus 2018.

Menurut dia penyitaan Kiswah yang dilakukan KPK ilegal secara hukum karena tidak mengantongi izin dari sang pemilik. Apalagi, saat penyitaan Kiswah dilakukan hanya berdasarkan keterangan dari satu saksi.

"Kiswah itu keterangan satu saksi, anggota DPR dari Jawa Tengah. Menurut hukum satu saksi kan bukan saksi. Kata saksi itu harus minimal dua orang. Dengar satu orang saja sudah bisa diasumsikan kalau Kiswah itu gratifikasi, seseorang kasih Kiswah ke saya‎ sebelum jadi menteri," kata Suryadharma.

‎Diketahui awalnya Kiswah milik terpidana korupsi kasus penyelenggaraan ibadah haji ini dibuka dengan harga Rp 22,5 juta. Akhirnya laku dilelang Rp 450 juga Muhammad Zufri.

Kiswah tersebut diamankan KPK sebagai barang bukti dugaan korupsi yang dilakukan Suryadharma sewaktu menjabat sebagai menteri Agama era Soesilo Bambang Yudhoyono. Menurut Suryadharma harga Kiswah tersebut berkisar Rp 500 juta bahkan lebih pada 2010-an.

Untuk mendapatkan Kiswah tersebut bukan diambil dari Dana Operasional Menteri (DOM) ataupun gaji saat menjadi Menteri. Suryadharma mengaku menerimanya dari salah satu koleganya di sana.

Sebelumnya kasus korupsi Suryadharma tersebut hasil dari perhitungan pihak BPKP menimbulkan kerugian negara sejumlah Rp 27,283 miliar dan 7,967 juta real. Termasuk tuduhan menerima 1 lembar potongan kain penutup Kakbah atau Kiswah tersebut. Suryadharma juga dianggap melakukan memperkaya diri sendiri mencapai Rp 1,8 miliar dari pelaksanaan ibadah haji periode 2010-2013. 

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500