Ilustrasi harta kekayaan hasil korupsi, Foto: Ist/Kriminologi.id

Terima Pengembalian Aset Koruptor, KPK Setor Rp 11,5 M ke Kas Negara

Estimasi Baca:
Rabu, 5 Sep 2018 14:10:09 WIB

Kriminologi.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Agustus 2018 telah menyelesaikan penghitungan pengembalian aset terpidana korupsi yang nilainya mencapai Rp 11,5 miliar. Pengembalian paling besar berasal dari Antonius Tonny Budiono sebesar Rp 9 miliar.

"KPK telah melakukan eksekusi dan menyetorkan ke kas negara terhadap sejumlah hukuman uang pengganti, rampasan dan denda berdasarkan putusan pengadilan dari sejumlah kasus dengan jumlah total sekitar Rp 11,5 M dan USD 450 ribu dan SGD 63 ribu," kata Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu, 5 September 2018.

Tonny Budiono
Eks Dirjen Hubla Antonius Tonny Budiono.

Menurut Febri dari hasil rampasan tersebut terbanyak berasal dari Antonius Tonny Budiono yang merupakan mantan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan. Hasil penyelamatan aset tersebut berjumlah Rp 9 miliar yang berasal dari dua rekening bank milik Tonny.

"Hasil penyetoran uang rampasan negara dari perkara terpidana Antonius Tonny Budiono yang berada di Bank Bukopin senilai Rp 2.164.855.420,82. Kemudian di Bank Mandiri senilai Rp 7.813.786.089,75. Hasilnya Rp 9.978.641.510,57," ujar Febri.

Selain terpidana kasus suap pemberian izin atas sejumlah proyek Pekerjaan Pengerukan Alir Pelayaran Pelabuhan Pulang Pisau Kalimantan Tengah untuk perusahaan milik Adi Putra Kurniawan sebagai pemilik PT Adiguna Keruktama ini, KPK juga merampas barang bernilai milik koruptor lainnya. Mereka adalah Sudiwardono, Anang Sugiana Sudihardjo, Sugiharto, dan Donny Witono.

Untuk Sudiwardono  diketahui salah satu Hakim Pengadilan Tinggi Manado terkait kasus gugatan ringan Marlina Moha, ibu kandung Aditya Moha eks Komisi XI DPR dalam pengamanan kasus korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD).

Petugas Labuksi pun telah mendata harta yang dirampas oleh KPK. Total rampasan tersebut terdiri dari Rp 500 juta dan 63 ribu dolar Singapura.

"Pada hasil penyetoran penyetoran uang rampasan negara terpidana Sudiwardono terdiri dari Rp 556.453.000 dan SGD 63 ribu," kata Febri.

Sementara untuk dua terpidana kasus e-KTP bekas Pejabat Pembuat Komitmen e-KTP Sugiharto telah lunas mengembalikan kewajibannya membayar uang pengganti Rp 460 juta dan 450 ribu dolar Singapura. Selain itu, terpidana e-KTP lainnya, yakni bekas peserta konsorsium Anang Sugiana Sudihardjo sebanyak Rp 500 juta.

"Terakhir untuk terpidana Donny Witono telah membayar denda sebesar Rp 50 juta," ucap Febri.

Reporter: Dimeitri Marilyn
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500