Dok. Mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi. Foto: www.depok.go.id

Tersangka Korupsi Jalan, Rumah Wali Kota Depok Nur Mahmudi Sepi

Estimasi Baca:
Rabu, 29 Ags 2018 21:45:08 WIB

Kriminologi.id - Rumah mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail terlihat sepi tidak ada aktivitas. Hal itu terlihat usai mantan presiden PKS itu menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka di Tapos Depok, Jawa Barat.

Pantauan Antara, Rabu, 29 Agustus 2018, terlihat ada empat mobil yang terparkir di garasi. Sementara penjaga rumah hanya lalu lalang ke luar rumah dan memberikan air minum kemasan kepada awak media yang menunggu untuk meminta tanggapan terkait kasus hukumnya.

Awak media yang menunggu dari pagi hingga sore hari tidak memperoleh informasi apapun di mana keberadaan dari mantan orang nomor satu di Kota Depok tersebut.

"Saya tidak tahu apakah bapak ada di rumah atau tidak. Saya kan belum masuk ke dalam rumah," kata mantan ajudan Nur Mahmudi Ismail, Tafie ketika ditemui di kediaman Nur Mahmudi di Perumahan Griya Tugu Asri, Cimanggis, Depok.

Tafie hanya menjelaskan kondisi Nur Mahmudi saat ini sedang menjalani pemulihan kesehatannya akibat terjatuh ketika bermain bola voli di lingkungan rumahnya pada perayakan hari kemerdekaan ke-73 RI.

"Pas tanggal 18 Agustus main volinya, bapak terjatuh dan mengenai kepala bagian belakang hingga harus dibawa ke rumah sakit Hermina untuk menjalani perawatan selama satu minggu," ujarnya.

Dikatakannya saat ini kondisi Nur Mahmudi Ismail mulai pulih walaupun dalam berkomunikasi masih belum normal.

"Kadang-kadang bapak suka lupa, mungkin perlu waktu untuk memulihkan kondisinya sediakala," ucapnya.

Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi proyek Jalan Nangka Tapos. Selain Nur Mahmudi, penyidik kepolisian juga telah menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Depok inisial HP sebagai tersangka dugaan kasus yang serupa.

Penyidik menetapkan mantan pejabat nomor satu di Depok Jawa Barat itu sejak 20 Agustus 2018.

"Penyidik punya dua alat bukti kuat sehingga menetapkan tersangka", tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Rabu, 29 Agustus 2018

Nur Mahmudi sempat menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan tindak pidana korupsi di Polresta Depok pada beberapa waktu lalu. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 30 saksi termasuk Nur Mahmudi sejak diselidiki pada November 2017.

Polisi mengindikasikan pengerjaan proyek jalan Tahun Anggaran 2015 Pemkot Depok itu terjadi tindak pidana.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Djibril Muhammad
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500