Thamrin Tanjung (berkaca mata berbaju batik) Foto:Ist/Kriminologi.id

Thamrin Tanjung Buron Korupsi Tol JORR Dikirim ke Lapas Cipinang

Estimasi Baca:
Kamis, 12 Jul 2018 17:00:17 WIB

Kriminologi.id - Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menjebloskan Thamrin Tanjung ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur. Ia merupakan buronan korupsi pengelolaan jalan Tol Lingkar Luar Jakarta Seksi Pondok Pinang-Jagorawi (JORR) Pondok Pinang-TMII senilai Rp 1,05 triliun.

"Sudah dimasukkan ke LP Cipinang," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Nirwan Nawawi di Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Nirwan mengatakan pelaksanaan eksekusi terhadap Thamrin Tanjung itu sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 720K/Pid/2001 Tanggal 11 Oktober 2001. Thamrin Tanjung diamankan di Cilandak Town Square (Citos) Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Juli 2018 pukul 21.50 WIB.

Thamrin Tanjung merupakan terpidana dalam kasus tindak pidana korupsi dalam penerbitan CP-MTN PT Hutama Karya dengan nilai Rp 1,05 triliun dan USD 471.000.000 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrach).

Terpidana dikenakan hukuman pidana penjara selama 2 tahun, pidana denda Rp 25 juta subsidair 6 bulan penjara dan uang pengganti sebesar Rp 8 miliar.

Kasus jalan tol JORR S merupakan kasus lama. Pada 1998 saat PT Jasa Marga mengambil alih aset tersebut yang sebelumnya merupakan barang sitaan negara atas ketidakmampuan oknum melunasi utang untuk pembangunan jalan tol kepada BNI.

Pihak yang berutang sendiri yakni PT Marga Nurindo Bhakti dengan mengambil kredit dari BNI senilai Rp 2,5 triliun. Pada kenyataannya dari pinjaman sebesar itu, diketahui hanya Rp1 triliun yang digunakan untuk pembangunan tol, sisanya tidak diketahui.

PT MNB tidak bisa mengembalikan uang pinjaman itu hingga tol disita dan diambil alih oleh Badan penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). BPPN mengembalikan proyek tersebut kepada negara, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Jasa Marga pada 1998.

Penulis: Marselinus Gual
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500