Anggota DPRD Jember ketika sidang paripurna. Foto: http://dprd-jemberkab.go.id

Tiga Pimpinan DPRD Jember Jadi Saksi Korupsi Dana Hibah Ternak

Estimasi Baca:
Selasa, 31 Jul 2018 10:25:21 WIB

Kriminologi.id - Tiga pimpinan DPRD Jember yang terdiri atas masing-masing Ayub Junaidi, Ni Nyoman Putu Martini, dan Yuli Priyanto dipanggil menjadi saksi dalam sidang korupsi dana hibah dan bantuan sosial tahun 2015 senilai Rp 38 miliar. 

Ketiganya bakal dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Ketua DPRD Jember Thoif Zamroni dalam menjalani sidang lanjutan pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Surabaya, Jawa Timur, pada Selasa, 31 Juli 2018.

“Tiga orang Wakil Ketua DPRD Jember akan dihadirkan sebagai saksi yakni Ayub Junaidi, Martini, dan Yuli Priyanto untuk dimintai keterangan dalam sidang tersebut,” kata Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jember, Herdian Rahadi, di Jember, Jawa Timur, pada Selasa, 31 Maret 2018.

Dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum, terdakwa Thoif Zamroni secara bersama-sama dengan Wakil Ketua DPRD Jember yakni Ayub Junaidi, Ni Nyoman Putu Martini, dan Yuli Priyanto selaku badan anggaran menekan eksekutif mengenai pengusulan dana hibah yang tidak sesuai aturan.

“Ketua DPRD Jember bersama tiga wakil pimpinan dewan mengusulkan dana hibah kelompok ternak yang penyalurannya tidak sesuai dengan peruntukannya dan tidak tepat sasaran," katanya.

Herdian mengatakan, pimpinan DPRD Jember adalah kolektif kolegial, sehingga kasus hukum tersebut masih terus berlanjut dan kini ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Selain tiga Wakil Ketua DPRD Jember, saksi yang juga dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus korupsi dana hibah dan bansos Jember adalah mantan Sekretaris DPRD Jember, M. Faruq, yang kini menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Jember.

Pada sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum menghadirkan sejumlah saksi seperti mantan Bupati Jember MZA Djalal, mantan Sekretaris Kabupaten Jember Sugiarto, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan yang juga mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jember, Ita Puri Handayani, Hadi Sasmito, Rasyid Zakaria, Mahfud Afandi, Widodo Julianto, dan Imam Bukhori.

Seperti diketahui, Ketua DPRD Jember, Thoif Zamroni, menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi dana hibah dan bansos tahun 2015 senilai Rp 38 miliar. Thoif dijerat Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 juncto Pasal 18 atau kedua Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh jaksa, terdakwa Thoif merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebesar Rp 1,045 miliar berdasarkan laporan perhitungan BPKP.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500