Dok. Mantan Walikota Depok, Nur Mahmudi. Foto: www.depok.go.id

Usut Korupsi Jalan, Polisi Siapkan Pencekalan Nur Mahmudi

Estimasi Baca:
Senin, 3 Sep 2018 17:00:30 WIB

Kriminologi.id - Polisi segera memanggil mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekda Harry Prihanto untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus korupsi pelebaran jalan Nangka. Penyidik juga telah menyiapkan pencekalan bagi keduanya.

"Iya, kami jadwalkan pemeriksaan lanjutan pada minggu ini. Berkas sudah kami siapkan, sekarang kami masih koordinasi untuk melayangkan pencekalan," kata Kapolresta Depok Kombes Pol Didik Sugiarto, Senin, 3 September 2018.

Didik mengatakan, polisi masih terus melakukan pengembangan kasus yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan (PK) tersebut meski telah mengantongi 2 alat bukti yang cukup.

Adanya surat pemanggilan terhadap Nur Mahmudi dan Harry Prihanto tersebut juga turut dibenarkan oleh Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menegaskan bahwa pihaknya siap membantu tim penyidik Tipikor Polresta Depok untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Iya benar. Surat panggilan terhadap kedua tersangka sudah dilayangkan," tutur Argo.

Nur Mahmudi dan Harry Prihanto telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 20 Agustus 2018 lalu usai menerima hasil audit BPKP Jawa Barat. 

Pada hasil audit tersebut, telah ditemukan adanya penyimpangan yang mengakibatkan Negara menderita kerugian mencapai Rp 10,7 miliar.

Pengusutan proyek yang diduga menggasak uang negara Rp 10 miliar tersebut dilakukan sejak pertengahan 2017. 

Proyek pelebaran jalan itu mestinya dilaksanakan pada 2015. Rencananya jalan akan dilebarkan menjadi 14 meter dari semula kurang lebih 5 meter.

Belanja lahan tersebut dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Depok masa jabatan Nur Mahmudi pada 2013, 2015, dan 2016. Namun, hingga saat ini, kondisi Jalan Nangka tidak mengalami perubahan sedangkan dana sudah mengucur.

Reporter: Erwin Maulana
Redaktur: Reza Yunanto
KOMENTAR
500/500