Ilustrasi Sidang BLBI. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Yusril Nilai Kehadiran I Nyoman Wara di Sidang BLBI Tragedi Pengadilan

Estimasi Baca:
Selasa, 7 Ags 2018 09:35:18 WIB

Kriminologi.id - Pengacara Yusril Ihza Mahendra mempertanyakan kehadiran I Nyoman Wara, ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK pada sidang terdakwa kliennya Syafruddin Arsyad Temenggung terkait duguaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. 
 
I Nyoman Wara tercatat sebagai auditor BPK yang pernah mengaudit terkait BLBI terhadap BDNI.

Yusril menilai proses persidangan menghadirkan Nyoman itu sebagai "tragedi" pengadilan lantaran audit yang dikerjakan Nyoman itu dituangkan dalam bentuk satu laporan yang kemudian menjadi laporan resmi BPK dan dokumen.

"Dokumen tertulis mempunyai fungsi ganda, yakni sebagai keterangan ahli dan alat bukti surat," tutur Yusril.

Yusril menambahkan Nyoman hadir sebagai ahli dan terkait alat bukti lain. 

"Bukti surat hasil pemeriksaan audit BPK yang melaksanakan audit beliau sendiri. Kita paham keterangan saksi dan ahli berdasarkan Pasal 1, tapi beliau dihadirkan sebagai ahli terkait alat bukti sebelumnya dan alat bukti bisa dualisme karena bisa keterangan ahli dan alat bukti," tutur Yusril, Selasa, 7 Agustus 2018.

Yusril sempat memohon majelis hakim mengklarifikasi kepada jaksa penuntut umum dari KPK terkait keberadaan Nyoman berstatus sebagai saksi atau ahli pada persidangan itu.

Yusril menganggap kehadiran Nyoman sebagai ahli tidak adil pada proses penegakan hukum karena dianggap hanya menilai pekerjaan audit sendiri terhadap BLBI.

Terkait itu, Ketua Majelis Hakim Yanto menyampaikan keberatan tim kuasa hukum Syafruddin bisa dituangkan pada pledoi atau pembelaan, namun Yusril meminta persoalan itu diselesaikan sebelum ahli disumpah.

Akhirnya, majelis mengizinkan Nyoman menyampaikan kesaksian sebagai ahli, sedangkan keberatan tim kuasa hukum disampaikan pada sidang pembelaan.

Pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tipikor DKI itu, Senin, 7 Agustus 2018, tim jaksa penuntut umum KPK mengajukan satu orang saksi yakni mantan Ketua BPPN Glen MS Yusuf, satu orang ahli akuntansi dan auditing dari BPK, I Nyoman Wara.

Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500