Ilustrasi Sabu-sabu, Foto: pixabay.com

12 Kg Narkoba Dimusnahkan, Peringkat Kasus Narkotika di Bali Menurun

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 10:55:24 WIB

Kriminologi.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali melakukan pemusnahan barang bukti narkotika jenis ganja dan sabu-sabu dengan berat total 12 kilogram. Barang bukti yang dimusnahkan tersebut telah mendapat penetapan dari pengadilan setempat.

"Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan milik tiga tersangka yakni Hardi Putra, Guruh Rakasiwi dan Albertus Novi yang hari ini kami musnahkan sesuai penetapan pengadilan," kata Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Putu Gede Suastawa di Denpasar, Jumat, 13 Juli 2018.

Setelah mendapat penetapan ini, barang bukti yang dimusnahkan lantas dimusnahkan ke dalam mesin insinerator guna mempercepat proses peleburan barang bukti.

Selain ganja dan sabu-sabu, BNNP Bali juga memusnahkan barang bukti lima paket narkotika jenis ADB Chminaca yang merupakan hasil tangkapan petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai Bali seberat dua kilogram.

"Lima paket narkoba yang ditangkap Bea dan Cukai ini dimusnahkan karena sejak dua bulan terakhir belum diketahui siapa pemiliknya, maka barang bukti ini dimusnahkan agar tidak disalahgunakan," katanya.

Selain itu, BNNP Bali juga memusnahkan barang bukti berupa 24,68 gram sabu-sabu yang merupakan titipan Kejaksaan Negeri Klungkung yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrach) dari pengadilan setempat.

Ia mengatakan, sebelum barang bukti itu dimusnahkan, tiga tersangka yakni Hardi Putra, Guruh Rakasiwi dan Albertus Novi juga turut dihadirkan dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba itu dengan membuat surat pernyataan tidak keberatan dimusnahkan barang bukti hasil sitaan ketiga tersangka itu.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, tidak ada lagi warga masyarakat kita yang berani mencoba narkoba dan sebisa mungkin menjauhkan dari peredaran narkoba ini," ujarnya.

Suastawa juga memencatat kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Bali menurun pada tahun 2017 lalu. Semula, Bali menempati peringkat 11 secara nasional pada tahun 2016, kini menjadi peringkat 23 pada tahun 2017.

"Penurunan hingga 50 persen peringkat itu berkat sinergi yang kuat antara BNNP, kepolisian, pemerintah daerah dan komponen masyarakat dalam pemberantasan dan pencegahan kasus narkoba di Bali," kata Suastawa.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500