Sabu-sabu. Ilustrasi: Dwiangga Perwira/Kriminologi.id

Bakal Caleg DPRD Sukabumi Pesta Sabu, Pencalonan Terancam Dicoret

Estimasi Baca:
Kamis, 30 Ags 2018 17:55:41 WIB

Kriminologi.id - Seorang bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Sukabumi berinisial YK (46) tertangkap sedang menggelar pesta sabu. Penangkapan dilakukan oleh anggota Satuan Narkoba Polres Sukabumi Kota.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penangkapan YK bermula dari tertangkapnya SK (31) yang merupakan rekan YK. 

"Jadi salah satu rekannya berinisial SK diamankan terlebih dahulu. Setelah itu kami menggeledah lokasi di Ciaul dan diamankan dua orang lainnya, salah satu diantaranya Bacaleg tersebut," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro, Kamis, 30 Agustus 2018.

Selain mengamankan YK dan SK, polisi juga mengamankan seorang tersangka lagi yaitu IH (41).

Menurut Susatyo, ketiganya telah menjalani pemeriksaan tes urine oleh Badan Nasional Narkotika Kota Sukabumi setelah ditangkap. Hasil tes ketiganya menyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu.

Saat membekuk YK ketika menggelar pesta sabu, polisi menemukan barang bukti dua paket sabu seberat 0,45 gram beserta bong atau alat hisapnya.

Hingga kini ketiganya masih menjalani pemeriksaan mendalam oleh kepolisian dan belum ditentukan status hukumnya.

"Apakah dia sebagai pengedar atau pengguna masih kita dalami," kata Susatyo.

Sementara terkait keikutsertaan YK sebagai bacaleg DPRD Kota Sukabumi, menurut Susatyo, hal itu dikembalikan kepada kebijakan KPUD setempat.

"Nanti kita laporak ke KPU perkembangan kasus narkoba YK ini," ujarnya.

Sementara itu Kepala BNNP Jaw Barat Brigjen Pol Sufyan Syarif menyatakan BNNP Jabar tedah menyerahkan hasil tes antinarkoba Bacaleg se-Jabar kepada KPU dan Bawaslu.

"Sudah ya sudah kita serahkan, jumlah yang positif, atau yang negatif bisa ditanyakan ke KPU atau Bawaslu," terang Sufyan.

Menurut Sufyan, BNNP telah mengecek kesehatan Bacaleg, apakah pernah atau belum menggunakan narkoba.

"Kami hanya mengecek apakah Bacaleg ini pernah mengkonsumsi atau tidak, itu saja. Selebihnya kewenangan KPU atau Bawaslu," paparnya.

Reporter: Arief Pratama
Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500