Ilustrasi korban tewas terjatuh dari lantai atas apartemen di Sunter, Ilustrasi: Pixabay

Bandar Narkoba Tewas Ditembak, Berawal dari Penangkapan 2 Wanita

Estimasi Baca:
Selasa, 17 Apr 2018 09:55:27 WIB

Kriminologi.id - Bandar narkoba yang dicari-cari petugas kepolisian akhirnya berhasil ditangkap di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Pria berinisial T itu terpaksa ditembak mati karena berusaha merebut senjata api petugas yang menangkap.

"Tersangka T merupakan pengedar yang masuk daftar pencarian orang (DPO)," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian di Jakarta, Selasa, 17 April 2018.

Penangkapan T bermula dari penangkapan dua orang wanita berinisial EF (55) dan BD (48). Kedua wanita paruh baya itu diketahui sebagai kaki tangan T dalam mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu ke beberapa pengedar narkoba lain. 

Saat ditangkap, kedua wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu mengaku diberi tugas oleh T mengantarkan sabu-sabu ke seorang pengedar di kawasan Johar Baru dengan upah Rp 300 ribu. Sebelum sampai ke tujuan, kedua ibu rumah tangga itu berhasil dicokok petugas.

Oleh petugas kepolisian yang menangkapnya, keduanya diminta untuk menghubungi T dan mengembalikan barang terlarang tersebut. Tempat pengembalian disepakati di seputar Jalan FBR Motik, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Di kawasan itu, sejumlah petugas kepolisian sudah siaga mengintai. Ketika T turun dari mobil sedan BMW miliknya, petugas langsung melakukan penyergapan.

Namun setelah berhasil ditangkap, T melakukan perlawanan dengan merebut senjata api petugas kepolisian. Karena dianggap membahayakan keselamatan nyawa petugas, T dilumpuhkan dengan tembakan terukur hingga akhirnya meregang nyawa. 

Arie mengatakan, tembak mati kepada T adalah sinyal bagi pengedar narkoba yang berani melakukan perlawanan. Menurut Arie, polisi tidak akan segan-segan memberikan tindakan tegas terukur kepada para pengedar narkoba yang melawan petugas.

Usai menembak mati T, polisi kini memburu tersangka berinisial ACE yang diduga sebagai pemasok sabu-sabu yang diterima T. 

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500