Barang bukti berupa sabu dari tangan pengedar saat sedang ditimbang Foto: Ist/Kriminologi.id

Berkedok Pedagang Nasi, Pengedar Digerebek Saat Timbang Sabu

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 12:45:30 WIB

Kriminologi.id - Seorang pedagang nasi berinisial FA ditangkap Unit Narkoba Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya usai penyamarannya sebagai pengedar narkoba terbongkar. Diketahui, FA kerap transaksi kepada pemasoknya yang merupakan orang Madura yang tidak diketahui namanya di Jembatan Suramadu. 

“FA mengaku tidak mengenal pemasoknya karena kerap berganti-ganti orang. Pelaku hanya mengambil sabu di Suramadu,” kata Kapolsek Tegalsari, Kompol David Triyo Prasojo di Tegalsari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 7 September 2018.

Dari penangkapan tersebut, kata David, pihaknya menyita barang bukti sabu-sabu seberat 27,9 gram beserta alat timbang dari penangkapan terhadap pria berusia 56 tahun itu, yang merupakan warga Pandigiling, Surabaya. 

“Kami kurang lebih sudah dua minggu ini melaksanakan kegiatan penyelidikan. Penggalian informasi kita dalami terus dan ternyata memang benar,” ujar David. 

David mengatakan, tersangka diamankan pada awal September 2018. Itu setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat ihwal adanya transaksi narkoba. Dari informasi itu, pihaknya kemudian mendatangi rumah pelaku yang terletak di Jalan Keputran, Gang I.

“Kami mendapati FA dirumahnya. Saat digeledah, tersangka ditemukan di lantai dua rumahnya yang saat itu sedang menimbang narkoba jenis sabu yang siap diedarkan,” tuturnya. 

Kepada polisi, FA mengaku telah menjalankan bisnis haram tersebut selama 2 tahun terakhir. Uang hasil penjualan itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Adapun dari rumah tersangka, kata David, selain menyita sabu-sabu seberat total 27,9 gram, pihaknya juga menyita alat timbangan elektrik, 1 unit ponsel yang digunakan untuk komunikasi, dan uang tunai sebanyak Rp 2,9 juta.

"Kemudian ada beberapa sendok sedotan yang dipakai untuk menakar, kemudian ada yang unik lagi di sini bahwa ternyata dari narkoba ini ada campuran beling di dalamnya," katanya.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Achmad Sakirin
Sumber: RRI
KOMENTAR
500/500