Ilustrasi penyelundupan narkoba di dalam koper. Ilustrasi: Amin H. Al Bakki/Kriminologi.id

BNN Kendari Ajak 9 Perusahaan Swasta Berantas Narkoba

Estimasi Baca:
Jumat, 13 Jul 2018 12:00:33 WIB

Kriminologi.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara menggandeng kalangan dunia usaha untuk memaksimalkan upaya pencegahan peredaran narkoba di wilayah tersebut. Tercatat, sebanyak sembilan perusahaan swasta menyatakan diri ikut dalam program pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Kendari.

Kepala BNN Kota Kendari Murniati mengatakan pihak swasta atau dunia usaha yang sudah disasar sejak tahun 2017 tercatat sebanyak sembilan perusahaan.

"Antusias pihak swasta dalam upaya pencegahan Narkotika cukup menggembirakan, baik karyawan maupun pimpinan perusahaan. Selama ini tidak berpartisipasi karena tidak diajak sehingga tidak mengetahui peran yang strategis tersebut," kata Murniati, Jumat, 13 Juli 2018.

Selain dunia usaha, BNN Kota Kendari juga mengajak 30 instansi pemerintah yang dinilai strategis untuk menggencarkan pencegahan penyalahgunaan Narkoba. Ia juga mengatakan, selain pihak dunia usaha dan instansi pemerintah, pihaknya juga melibatkan pula lingkungan pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD), SMP, SMU/SMK swasta maupun negeri. Jumlah sekolah yang ikut dalam kampanye pencegahan ini berjumlah 30 sekolah.

Tak hanya itu, mengingat sudah membahayakannya peredaran narkoba di lintas lapisan masyarakat, pihaknya juga mengajak komunitas masyarakat untuk membantu memerangi narkoba dengan cara mencegah penyalahgunaan barang haram tersebut.

"Ya, komunitas masyarakat masih terbatas sebanyak sembilan kelompok karena masalah pembiayaan, namun tidak henti-hentinya mencari solusi melalui kerja sama atau saling subsidi," ujar Murniati.

Ketua Gerakan Anti Narkotika (Granat) Kota Kendari Risal mengapresiasi partisipasi elemen masyarakat dalam upaya mencegah peredaran narkoba yang sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

"Minimal kelompok rumah tangga melindungi anggota keluarga, khususnya putra-putri kita dari penggunaan barang terlarang tersebut. Narkoba merusak generasi bangsa dan itulah target utama produsen narkoba," kata Risal.

Granat mengimbau pemerintah daerah dan wakil rakyat mendorong upaya pencegahan narkoba sesuai kewenangan yang dimiliki dalam penganggaran maupun regulasi yuridis.

Berdasarkan data yang kriminologi.id himpun, BNNP Sulawesi Tenggara (Sultra) di awal tahun ini menetapkan Kota Kendari masuk dalam zona rawan narkoba. Barang haram tersebut sudah banyak masuk di kalangan masyarakat khususnya kepada anak-anak sekolah.

BNNP SUltra menilai, para pelajar banyak dimanfaatkan pengedar sebagai kurir pengantar narkoba jenis sabu-sabu. Karena, menurut mereka, para pelajar dinilai belum ada hukuman yang bisa dikenakan kepada mereka, mengingat statusnya masih anak di bawah umur.

Tak hanya anak-anak yang dimanfaatkan sebagai pengedar sabu-sabu, bahkan data BNNP Sultra menyebutkan kalangan lansia dan ibu rumah tangga sudah dilibatkan menjadi kurir narkoba.

 DM
KOMENTAR
500/500