BNN Musnahkan barang bukti narkoba dalam 10 kasus selama Juni - Juli 2018, Foto: Ist

BNN Musnahkan Barang Bukti Narkoba dari 10 Kasus Dalam 2 Bulan

Estimasi Baca:
Jumat, 7 Sep 2018 16:55:08 WIB

Kriminologi.id - Badan Narkotika Nasional memusnahkan 22,23 kilogram sabu, 24.819 butir MDMA/ekstasi, 6,12 kilogram prekursor berbentuk serbuk, 2.017,6 kilogram ganja, dan 37,4 liter prekursor cair. Semua itu merupakan barang bukti dalam 10 kasus selama dua bulan.

"Barang bukti yang dimusnahkan didapat dari 10 kasus selama Juni 2018 hingga Juli 2018. Kami juga amankan 21 tersangka," kata Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko, Jumat, 7 September 2018.

Heru mengatakan, pengungkapan kasus pertama terjadi di BTN Griya Pesona Lembang, Majene, Sulawesi Barat pada Senin, 9 Juli 2018. Dari penggerebekan ini, petugas mengamankan empat tersangka, yaitu SW alias Wahyu (29), JU (44), HA (42), dan seorang wanita berinisal LL alias Lubis (55). Barang buktinya berupa bahan prekursor cair sebanyak 37.720 mililiter dan prekursor serbuk seberat 6.170 gram.

Di kasus kedua, Heru melanjutkan, BNN mengamankan 2.932 butir ekstasi asal Prancis yang dikirim melalui jasa pos pada Sabtu, 2 Juni 2018. Satu orang berinisial FS ditangkap saat hendak mengambil ekstasi dari kantor Pos Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Di kasus ketiga, BNN menangkap tersangka IL (32) di depan Perumahan Griya Cinere 2, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 12 Juni 2018. Tersangka IL merupakan penerima barang ekstasi asal Belgia. 

"Untuk mengelabui petugas sebanyak 3.444 butir paket ekstasi disimpan di dalam sebuah speaker," kata Heru.

Kasus keempat, Heru melanjutkan, BNN mengamankan dua orang berinisial MI dan SZ di lokasi berbeda pada Kamis, 21 Juni 2018. Penangkapan itu terjadi di Kampung Cikodom Wates, Cisarua, Bogor. Barang buktinya berupa 95,4 gram sabu-sabu. 

Pada kasus kelima, petugas mengamankan dua tersangka, yaitu KA dan DH pada Kamis, 28 Juni 2018. Dari tangan kedua tersangka, BNN mengamankan barang bukti 3.019 butir ekstasi asal Belgia. Tersangka KA diperintahkan seorang narapadina di Lapas Cipinang berinisal FS.

Berlanjut ke kasus keenam, petugas mengamankan dua paket plastik bening berisi 3.080 butir ekstasi asal Belgia. Ekstasi tersebut merupakan milik tersangka SP. Keberadaannya kini masih buron.

BNN kemudian menangkap RM, HH, RW, WA, dan MY di kasus ketujuh. Petugas menyita 2.140 gram sabu-sabu dan 10.478 butir ekstasi di Hotel Emma, Graha Pekanbaru, Riau.

Di kasus kedelapan dan sembilan, BNN bekerja sama dengan pihak Pos Tangerang, mengungkap paket narkotika jenis ganja asal Aceh seberat 98,7 kilogram. Petugas menangkap dua penerima paket, yaitu RK dan YP. Petugas mengamankan paket asal Aceh berisi tujuh kardus ganja seberat 103,4 kilogram dan mengamankan satu orang berinisial I. 

Dan, di kasus terakhir, BNN bekerja sama dengan Bea Cukai dan berhasil menggagalkan penyelundupan 2.001 butir ekstasi asal Belgia. Seorang kurir berinisial H saat itu hendak mengambil paket namun ia berhasil diamankan BNN. 

"Dia disuruh seorang narapidana bernama Yudi Wahyudi yang mendekam di Lapas Klas 1 Tangerang," kata Heru.

Di kasus kesepuluh ini, BNN kemudian melakukan pengembangan dan mengamankan satu orang tersangka lainnya berinisial DC di Perum Prima Tangerang. Petugas mengetahui pil ekstasi tersebut merupakan barang pesanan dari seorang napi di Nusa Kambangan. Napi tersebut yakni Matroos Lucas.

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500