Ilustrasi penembakan/Kriminologi.id

BNN Sumsel Tembak Mati 2 Bandar Narkoba, 3 Rekannya Menyerah

Estimasi Baca:
Jumat, 10 Ags 2018 21:25:25 WIB

Kriminologi.id - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan menembak mati dua bandar narkoba di Palembang. Tindakan tegas itu diambil karena keduanya berusaha melawan petugas yang menyergapnya.

Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol John Turman mengatakan tindakan tegas itu dilakukan saat petugas melakukan penyergapan terhadap 5 orang tersangka komplotan pengedar sabu-sabu di Palembang pada Kamis, 9 Agustus 2018 malam.

"Tim turun ke lapangan sejak Kamis siang sekitar pukul 13.00 WIB dengan melakukan pengintaian dan penyamaran di sekitar hotel sesuai dengan tempat dan lokasi yang dilaporkan masyarakat," katanya.

Ia melanjutkan, setelah petugas mendapatkan bukti kuat rencana transaksi narkoba, sekitar pukul 18.00 WIB petugas langsung melakukan penyergapan.

Namun saat itu hanya tiga tersangka yang dibekuk. Sementara dua tersangka lain berupaya melawan dan melarikan diri dari sergapan petugas. 

Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas menembak kedua pelaku yang melakukan perlawanan itu.

"Tersangka jaringan pengedar narkoba dari Medan Sumatera Utara yang meninggal dunia itu saat ini masih diamankan di kamar jenazah RS Bhayangkara Polda Sumsel," kata John.

Sementara tiga tersangka lainnya diperiksa intensif untuk proses hukum dan pengembangan kasus kemungkinan keterlibatan tersangka lainnya.

John menjelaskan, dua tersangka yang ditembak mati itu adalah ER (38) dan GI (23), sedangkan tiga tersangka yang saat ini ditahan di kantor BNN Provinsi Sumsel yakni SU (38), HI (21) dan MI (47).

Tersangka SU berasal dari Kabupaten Langkat Medan, MI dari Kabupaten Indra Hilir, ER dari Dusun Bukit Tua, Sumatera Utara, sedangkan dua tersangka lainnya yakni HI dan GI merupakan warga Kabupaten Pali, Sumatera Selatan.

Dari penyergapan tersebut, petugas menyita barang bukti sabu seberat 17 kilogram yang dikemas dalam beberapa kemasan ukuran sedang. 

"Tersangka yang masih hidup dan diproses sesuai dengan pasal 114 Undang Undang Narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup, kata Kepala BNN Provinsi Sumsel," tandas John.

Redaktur: Reza Yunanto
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500