Pelaku saat rilis kasus penyelundupan narkoba dalam koper di kantor BNN. Foto: Rahmat Kurnia/Kriminologi.id

BNN Ungkap Pabrik Sabu-sabu, Otaknya Napi Kelas 1 Tangerang

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 16:26:00 WIB

Kriminologi.id - Badan Narkotika Nasional atau BNN mengungkap home industri rumahan yang memproduksi narkoba jenis sabu-sabu di Griya Pesona Lembang, Majene, Sulawesi Barat. Pengendalinya bernama Lheksy narapidana kelas 1 Tanggerang.

Pengungkapan home industri narkoba berawal dari pengerebekan yang dilakukan petugas BNN dan Bareskrim Polri di sebuah clandestine laboratories (clan lab) di kawasan Majene, Sulawesi Barat, pada Minggu, 9 Juli 2018.

"Kami menemukan sejumlah prekursor dan cairan sabu sebanyak 4.520 mililiter," kata Kepala BNN, Komjen Heru Winarko di gedung BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 9 Agustus 2018.

Dari penggerebekan tersebut diketahui ada pengendali yang merencanakan pembuatan home industri sabu-sabu yaitu seorang narapidana bernama Lheksy yang saat ini berada di Lapas Narkotika Kelas 1 Tanggerang, Banten.

"Dia sudah vonis penjara 20 tahun dengan kasus produksi sabu di Villa Regency Tanggerang," ujarnya.

Dari penggerekan tersebut, BNN melakukan pengembangan dan menangkap empat orang berinisial JUF (44) berperan sebagai pengambil obat dan pengantar barang ke kantor pos. HAS sebagai tester (43) dan SWA sebagai pemproduksi sabu, Lheksy sebagai pengendali.

Kata Heru, kualitas sabu-sabu yang diproduksi empat tersangka memiliki kualitas yang cukup baik dan dipasarkan melalui jalur pos dengan target pemasaran wilayah Jakarta, Tanggerang, Sulawesi.

"Sekali produksi bisa 25 gram, tapi sampai saat ini mereka sudah berjalan dengan baik bahkan dapat memproduksi hingga 100 gram dengan alat yang sederhana," katanya.

Otak home industri sabu adalah Lheksy. Ia mengajarkan pembuatan sabu-sabu kepada tiga tersangka lainnya dengan menggunakan komunikasi telepon dari dalam sel.

Dari komunikasi tersebut Lheksy mengajarkan tiga tersangka untuk memproduksi sabu-sabu home industri. Hal ini membuktikan jarak yang jauh tidak menghalangi para tersangka dalam memproduksi sabu-sabu.

Atas tindakan pelaku dikenakan Pasal 113 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 129 huruf a b dan c Jo Pasal 132 (1) UU Rl No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

Reporter: Rahmat Kurnia
Redaktur: Djibril Muhammad
KOMENTAR
500/500