Pengedar sabu-sabu Jaringan Cina-Malaysia. Kriminologi.id

Cina Kirim Narkoba Lewat Jalur Laut, Granat: Perlu Keamanan Berlapis

Estimasi Baca:
Kamis, 9 Ags 2018 10:00:50 WIB

Kriminologi.id - Narkoba yang masuk ke Indonesia berasal dari Cina yang masuk melalui jalur laut. Hal ini diutarakan Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumatera Utara, Hamdani Harahap, berdasarkan temuan aparat kepolisian yang menyita barang haram dari negeri Tirai Bambu, julukan Cina. 

Narkoba yang masuk dari Cina biasanya dikirim melalui Thailand, Malaysia dan beberapa negara lainnya melalui perbatasan dari ke dua negara dan melalui jalur laut.

"Wilayah perairan tersebut harus lebih ditingkatkan pengamanannya untuk mengantisipasi agar narkotika itu tidak masuk ke Indonesia," ujar Hamdani Harahap.  

Antisipasi tersebut, menurut Hamdani, yakni Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, Bea dan Cukai, serta instansi terkait untuk menggandeng pola kerja sama dengan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika (National Narcotics Control Commission of China (NNCC).

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan penyelundupan narkoba ke Indonesia dapat dicegah.

"Pemerintah Indonesia dan aparat keamanan agar lebih tegas dalam pemberantasan narkotika dan menghukum berat bandar narkoba sehingga membuat efek jera," kata Direktur Citra Keadilan itu.

Hamdani menambahkan, penyelundupan narkoba dari Cina harus secepatanya dihentikan agar tidak merugikan masyarakat dan merusak generasi muda harapan bangsa. Pasalnya, penggunaannya yang merusak bisa membahayakan negara.

Sebelumnya, Direktorat Narkoba Polda Sumatera Utara, Selasa, 31 Juli 2018 memusnahkan seberat 49,38 kilogram narkoba jenis sabu, 74 kilogram ganja, dan 300 butir pil ekstasi, merupakan hasil tangkapan jaringan sindikat Malaysia - Aceh - Medan.

Narkoba tersebut, dimusnahkan dengan cara dibakar ditungku dan direbus melalui air mendidih. Narkoba itu, merupakan hasil tangkapan petugas di Belawan, Kabupaten Asahan, Kabupaten Langkat dan beberapa lokasi lainnya di Kota Medan.

Penulis: Tito Dirhantoro
Redaktur: Syahrul Munir
Sumber: Antara
KOMENTAR
500/500