Badan Narkotika Nasional (BNN) sita aset milik Ibrahim Langkat anggota DPRD Langkat dari Partai Nasdem yang ditangkap atas kepemilikan 150 kilogram sabu-sabu. Foto: rahmat Kurnia/Kriminologi.id

Ibrahim Hongkong Bantah Uang Bisnis Narkoba Mengalir ke Partai Nasdem

Estimasi Baca:
Jumat, 31 Ags 2018 14:37:20 WIB

Kriminologi.id - Tersangka kasus kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 150 kg, Ibrahim Hongkong mengaku aliran dana dari hasil penjualan narkoba tidak berkaitan dengan Partai Nasdem. Meski demikian, mantan legislator dari partai Nasinal Demokrat atau Nasdem ini menolak untuk membeberkan aliran dana dari penjualan narkoba tersebut.

"Soal dana ke mana yang jelas tidak ke partai, partai juga tidak tahu saya seperti ini," kata Ibrahim saat konpers di lobi gedung BNN, Jumat, 31 Agustus 2018.

Saat ditanya sejak kapan mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu asal Malaysia itu dilakukan, tersangka Ibrahim mengaku baru sebulan ini menjalani bisnis haramnya itu. 

"Baru bulan ini saja, saya mau ambil tapi ketangkep," kata Ibrahim.

Badan Narkotika Nasional menyita aset milik Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, anggota DPRD Langkat. Sebelumnya, ia ditangkap petugas di Pangkalan Susu, Sumatera Utara atas kepemilikan 150 kilogram sabu-sabu.

Deputi Bidang Pemberantas BNN Irjen Arman Depari mengatakan aset tersebut disita setelah BNN melakukan penyidikan berdasarkan pidana pencucian uang.

"Kami sudah amankan beberapa aset seperti rumah, mobil dan beberapa rekning milik Ibrahim anggota DPRD," kata Arman di Gedung BNN Cawang, Jumat, 31 Agustus 2018.

Tidak hanya menyita aset Ibrahim alias Hongkong, BNN juga sedang menelusuri aliran dana penjualan narkoba yang dilakukannya. Untuk menelusurnya, BNN bekerjasama dengan sejumlah pihak, diantaranya perbankan.

"Untuk aliran dana kejahatannya kami sedang melakukan penyelidikan, kita sedang bekerja sama dengan PPATK dan pihak bank, nanti kalau sudah ada hasil kami beritahu," kata Arman.

Sebelumnya BNN menyita tiga karung berisi narkoba jenis sabu-sabu seberat 150 kilogram di sebuah kapal kayu warna biru. Ketika itu, petugas sedang melakukan operasi di Pangkalan Susu, Sumatera Utara dan Aceh. Petugas BNN kemudian melakukan penyelidikan dan diketahui narkoba tersebut milik anggota DPRD Langkat Periode 2014-2019 bernama Ibrahim alias Hongkong.

Ibrahim ditangkap saat sosialisasi ke kampung-kampung pada hari Senin, 20 Agustus 2018. Saat itu, ia sedang sosialisasi sehubungan dengan pencalonannya kembali sebagai anggota DPRD Langkat untuk masa bakti 2019-2024.

Dalam kasus tersebut, BNN juga telah meringkus sembilan orang tersangka yaitu Ibrahim alias Hongkong sebagai pemilik sabu-sabu, Rinaldi sebagai pemilik kapal, Ibrahim Jampok, Ibrahim Pusung, A Rahman, Joko, Amat  sebagai kurir, Firdaus alias Daus, serta Syafwadi berperan sebagai pengantar sabu-sabu dari Penang Malaysia

Reporter: Rahmat Kurnia
Penulis: Yenny Hardiyanti
Redaktur: Nula
KOMENTAR
500/500